Selasa, 16 Juli 2019

Merasa Dirugikan KPU, Caleg Gerindra akan Layangkan Gugatan ke MK


Selasa, 14 Mei 2019 | 21:49:20 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

BANGKO – Caleg Partai Gerinda Kabupaten Merangin, Zamzami Rahman, berencana akan melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Merangin ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia (RI).

Selain ke DKPP, Zamzami juga berencana akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Zamzami, dirinya benar-benar sangat dirugikan oleh KPU Merangin.

"Saya yakin suara saya banyak. Tapi tidak dihitung oleh KPU," kata Zamzami, Selasa (14/5/2019).

Sebelumnya, Zamzami ditetapkan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Kabupaten Merangin sehari sebelum pencoblosan. KPU memberlakukan status TMS ketika gugatan Zamzami tengah bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi.

Ketika itu, ada perundingan alot yang dilakukan oleh Zamzami dan KPU di Gudang Logistik KPU. Dalam perundingan itu KPU yang dihadiri langsung oleh Ketua dan dua komisioner lainnya berjanji, jika Zamzami menang dalam gugatan di PTUN, KPU bersedia mengembalikan suaranya yang tidak dihitung untuk dihitung.

Tapi setelah keluar putusan PTUN dan Zamzami dinyatakan menang dan memerintahkan KPU untuk mengembalikan nama Zamzami ke dalam DCT, namun suaranya  tetap tidak bisa dikembalikan oleh KPU dengan alasan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Mendapat perlakuan itu, Zamzami mencoba untuk mengajukan keberatan dengan memohon kepada Bawaslu untuk melakukan penghitungan ulang di semua TPS yang ada di Dapil I.

Permohonan Zamzami juga ditolak oleh Bawaslu Kabupaten Merangin. Bawaslu tidak bisa meregister sengketa pemilu yang diajukan oleh Zamzami karena objek yang dimohon atau disengketakan merupakan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Mendapat surat itu, Zamzami berencana akan membawa persoalan ini ke MK. "Insya Allah tanggal 14 saya masukkan gugatan ke MK," pungkasnya.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments