Minggu, 17 November 2019

Mudik Tak Boleh Bawa Kendaraan Dinas


Jumat, 24 Mei 2019 | 11:08:34 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi serta kabupaten/kota memutuskan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para pejabat publik lainnya, tidak diperkenankan untuk menggunakan kendaraan dinas sebagai sarana untuk mudik ke kampung halaman, saat lebaran nanti.

Keputusan ini diambil merujuk kepada aturan pemerintah pusat, lewat KemenPAN-RB, Kementerian Dalam Negeri serta KPK yang melarang kendaraan dinas untuk dibawa mudik lebaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Husairi menyampaikan, para pejabat ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tidak diperkenankan menggunakan kendaraan dinas untuk mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1440 H nanti.

"Iya begitu. Pak Sekda (M Dianto,red) juga sudah menegaskan. Namanya juga kendaraan dinas, peruntukannya tentu hanya untuk kepentingan kedinasan, bukan untuk keperluan pribadi," tuturnya, Kamis (23/5/2019).

Ia menyebut, jika dipergunakan untuk keperluan kedinasan saat Idul Fitri tentu diperbolehkan. Tapi, jika untuk pulang kampung dan kepentingan pribadi, jelas tidak dibenarkan.

Aturan pelarangan penggunaan mobil dinas saat mudik ini, kata Husairi, sejalan pula dengan imbauan dari KPK kepada seluruh kepala daerah di Indonesia, yaitu Surat edaran yang beredar kepada seluruh pemerintahan provinsi, Nomor 365/3814/SJ Tentang Pencegahan Gratifikasi terkait Hari Raya Keagamaan tertanggal 14 Mei 2019 lalu.

"Berdasarkan surat itu Pemprov melarang ASN memakai kendaraan dinas untuk bepergian," jelasnya.

Selanjutnya, mengenai cuti bersama sendiri Husairi menyebut, mulai tanggal 3 hingga 9 Juni 2019. Sedangkan hari Senin 10 Juni 2019, para pegawai sudah mulai beraktivitas seperti biasa.

Husairi mengatakan, ASN yang tidak hadir, dalam artian molor setelah libur selesai, maka akan dikenakan sanksi kepegawaian. "Iya pasti disanksi (jika molor kerja). Senin tanggal 10 Juni 2019 masuk lagi," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments