Jumat, 20 September 2019

Tolak DAK 13.5 M, Dispora Malah Ajukan 5,5 Miliar


Rabu, 15 Mei 2019 | 14:14:19 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARASABAK–Tahun ini Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dipastikan mendapat DAK sebesar 13,5 miliar guna pembangunan GOR di Kecamatan Sadu.

Namun pembangunan sarana olahraga tersebut terpaksa ditunda hingga 2020. Ini karena besaran dana yang diterima Pemkab tidak sesuai dengan rencana pembangunan sarana olahraga itu sendiri.

"Yang diajukan ke pusat sebenarnya sport hall, dengan pengajuan dana pembangunan sekitar 5,5 miliar. Tapi yang kita dapat malah pembangunan GOR dengan dana 13,5 miliar," kata Dedi Armadi, Kepala Disbudparpora Kabupaten Tanjabtim.

Karena dana yang lumayan besar tersebut terang Dedi, sementara perencanaan pembangunan yang diajukan hanya sport hall dan diperkirakan hanya menghabiskan dana sekitar 5,5 miliar saja, maka Pemkab Tanjabtim akan mencoba mengusulkan kembali ke pusat, untuk pembangunan sport hall dengan dana 5,5 miliar pada 2020 mendatang.

"Mudah-mudahan 2020 nanti kita tetap dapat DAK dari pusat, tapi sesuai pengajuan yakni pembangunan sport hall dengan pengajuan dana 5,5 m," jelasnya.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, meskipun pemerintah pusat nantinya akan menolak usulan pengajuan pembangunan sport hall tersebut, Pemkab Tanjabtim tetap akan merealisasikan pembangunan sport hall di Kecamatan Sadu, tentunya dengan menggunakan APBD Kabupaten Tanjabtim.

"Jadi kita tunggu saja di 2020 nanti, mudah-mudahan saja disetujui," kata Dedi.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Dinas Budparpora Kabupaten Tanjung Jabung Timur di tahun 2019 ini mendapatkan kucuran dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 13 miliar. Dana DAK ini akan digunakan untuk pembangunan GOR di kecamatan Sadu. Dana DAK ini hasil pengajuan di tahun 2015 lalu. Dan di tahun 2019 ini baru dikucurkan setelah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

"Pengajuannya sudah lama, 2015 lalu, baru disetujui 2019," ujar Kabid Pemuda dan Olahraga Disbudparpora sebelumnya. Dikatakannya, untuk Provinsi Jambi hanya Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang mendapatkan DAK. Perjuangan untuk mendapatkan dana DAK ini tidaklah mudah. Bayangkan sejak pengajuan 2015 baru di setujui di 2019.

"Prosesnya banyak, karena ada verifikasi terlebih dahulu oleh pusat," ujarnya.

Dijelaskannya berdasarkan program memang pemerintah pusat akan mengucurkan dana DAK dengan melihat kriteria daerah dan lokasi yang akan dibangun. Adapun kriteria tersebut yaitu, tertinggal, terjauh,dan terluar, jika ketiga kriteria ini terpenuhi usulan itu akan disetujui.

"Nah untuk kita kan lokasinya di Kecamatan Sadu. Sesuai dengan kriteria sudah mencukupi. Dan sudah melalui verifikasi yang dilakukan oleh pusat," jelasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments