Selasa, 21 Mei 2019

Baznas Targetkan Zakat Mal dan Profesi Rp 48 Miliar


Rabu, 15 Mei 2019 | 14:16:07 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI -Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi menargetkan capaian zakat mal dan profesi untuk ASN sebesar Rp 48 miliar di tahun 2019 ini. Target tersebut sesuai dengan yang diarahkan Baznas pusat. Nantinya untuk capaian ini adalah gabungan zakat dari Baznas Provinsi dan 11 Baznas di kabupaten/kota yang ada di Jambi.

Ketua Umum Baznas Provinsi Jambi Aminullah Amit menyampaikan untuk Baznas Provinsi sendiri ditargetkan Rp 5 miliar. Jumlah ini disebutnya realistis, karena hingga saat ini sudah masuk Rp 2,6 M.

"Sebenarnya Rp 5 miliar itu rasional namun ada kendala yang membuat tak maksimal," sampainya.

Dia menyebutkan penyebabnya adalah para ASN sebagai penyumbang zakat profesi ini kesadarannnya agak kurang dalam membayar zakat 2,5 persen dari penghasilannnya ini. "Untuk itu kita sudah komunikasi dengan Sekda Provinsi Jambi agar bisa dibantu untuk konsultasikan dengan kepala OPD, begitu juga di daerah," ujar Amin.

Menurutnya, untuk di OPD sendiri belum dipotong otomatis pembayaran zakat ini, artinya semua tergantung dengan pendekatan kepala dinas kepada
bawahannya untuk menyetorkan zakat perbulannya ke Baznas.

"Bahkan untuk dinas kami serahkan juga kembali ke Dinas masing-masing untuk diserahkan pada golongan penerimanya, seperti yang termasuk dalam golongan yang berhak menerima," terang Amin.

Selain itu, yang menjadi masalah belum maksimalnya zakat masuk ke rekening Baznas, Aminullah menyebut dikarenakan terdapat instansi yang menyetor langsung ke Baznas Pusat.

"Seperti Polri dan Korem (TNI) disini setor pusat sehingga tidak masuk ke catatan kita, itu yang akan kami tanyakan dan lacak ke pusat, kenapa tidak ke kita saja," sampainya.

Untuk capaian zakat pertahunnya dia menyebut memiliki tren selalu meningkat. Ini dikarenakan cara yang diterapkannnya sejak pertama kali memegang jabatan ketua umum Baznas.

"Sejak tahun 2015 pertama menjabat hanya Rp 400 juta yang masuk, kemudian 2016 ada Rp 1,2 Miliar, lalu 2017 ada Rp 1,8 miliar, dan 2018 Rp 2,4 miliar," ujarnya.

Ditambahkannya kenaikan ini berkaitan dengan sosialisasi, dan cara mendorong sejauh mana memberikan kepercayaan. "Harus transparan, jadi untuk zakat mal dan profesi ini dalam enam bulan sekali pembagiannnya," ucapnya.

Sementara untuk di luar Baznas Provinsi sendiri, Amin mengatakan ada juga daerah yang ditargetkan Rp 5 miliar pajak per tahunnnya. Seperti Kota Jambi, Kabupaten Sarolangun, Bungo, Merangin, Batanghari. Sedangkan daerah lainnnya seperti Kabupaten Kerinci, Tanjung Jabung Barat dan tanjung Jabung Timur serta Sungai penuh ada di angka Rp 3 Miliar.

"Sehingga jika rataannya Rp 4 miliar, saja perdaerah untuk Provinsi Jambi sendiri maka dari target pusat kita ada Rp 48 miliar," katanya. Sedangkan terkait zakat fitrah sendiri Amin mengatakan itu di luar pengelolaannya. Melainkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kanwil Kemenag ataupun panitia lain di masjid dan surau.

"Karena zakat fitrah ini berkenaan dengan puasa Ramadhan, harus segera dibayarkan sebelum shalat id, bahkan sebelum itu harus didistribuskian kepada yang berhak,” tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments