Selasa, 16 Juli 2019

Konflik PT LAJ dengan Petani Memanas, Alat Berat Milik Perusahaan Dibakar


Rabu, 15 Mei 2019 | 14:19:07 WIB


Alat berat yang dibakar oleh petani
Alat berat yang dibakar oleh petani / Ade Sukma

MUARATEBO – Konflik yang terjadi antara PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dengan petani Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo semakin memanas. Informasinya, sejumlah alat berat milik perusahaan dibakar oleh petani.

“Setahu saya ada dua unit alat berat yang dibakar,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (14/5/2019).

Informasi lainnya yang beredar, massa juga menahan seorang staf humas PT LAJ, serta dua orang operator alat berat. Sementara itu, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang staf PT LAJ yang sempat ditahan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Tebo.

“Untuk dua orang staf PT LAJ yang sempat ditahan massa sudah berhasil diamankan di Mapolsek Serai Serumpun,” kata Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman saat dihubungi via ponselnya.

Ditambahkan Zainal, saat ini pihaknya sekarang sedang mendalami penyebab terjadi insiden pembakaran tersebut.

"Hasil mediasi Senin (13/5/2019) kemarin yang dihadiri oleh Wakapolres Tebo, disepakati bahwa pihak PT LAJ akan menghentikan kegiatan land clearing hingga ada keputusan dari Bupati Tebo terkait persoalan ini," ujar Zainal.

"Setelah mediasi kemarin 8 alat berat yang ditahan warga sudah berhasil dikeluarkan dari lokasi. Tapi ini kok terjadi pembakaran alat berat lagi, makanya sekarang tim Polres Tebo yang dipimpin oleh Wakapolres Tebo sedang masuk kelokasi untuk menangani dan menyelidiki kasus ini lebih lanjut, dan saya juga sedang menunggu informasi selanjutnya dari tim yang turun,” katanya menambahkan.

Informasi yang berhasil dirangkum, mediasi dilaksanakan pada Senin (13/05) yang dihadiri langsung oleh Wakapolres Tebo Kompol Yuda Pranata, Asisten I Setda Tebo Amsiridin, General Manager PT LAJ Widiharsono, serta perwakilan dari SPI Tebo Junawal dan Pardosi.

Mediasi tersebut membahas permasalahan terkait penahanan alat berat milik PT. LAJ yang sedang beraktivitas di lahan milik warga RT.08 Desa Napal Putih atas nama Edi. Salak.

Pada mediasi itu, petani minta agar pihak PT. LAJ tidak menggusur lahan warga. Petani juga meminta agar di verifikasi batas wilayah perusahaan dengan lahan yang diklaim oleh petani.

Selanjutnya, petani menolak mitra antara masyarakat dengan perusahaan dengan dalih dan alasan apapun, dan petani agar masyarakat diberikan hak Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Terakhir, petani minta agar lahan milik Edi salak yang telah di land clearing oleh PT. LAJ segera diberikan solusi dan disampaikan kepada masyarakat sebagai langkah solusi yang telah diambil kedua belah pihak.

Adapun hasil yang telah disepakati oleh kedua pihak, antara lain, alat berat yang ditahan petani agar dikeluarkan dan diamankan oleh pihak kepolisian dengan cara memasang police line.

Alat berat tersebut akan beraktivitas kembali sampai ada keputusan dari Bupati Tebo, dan pihak perusahaan tidak diperbolehkan melakukan penggusuran terhadap lahan warga.

Asisten I Setda Tebo Amsiridin saat dikonfirmasi mengatakan jika alat berat milik PT LAJ yang ditahan oleh petani telah dilepas oleh petani. Namun, kata dia, petani minta bertemu langsung dengan Bupati Tebo untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

“Kesepakatan alat berat sudah dilepas dan petani minta ketemu lansung dengan bapak bupati, “kata Amsiridin melalui pesan whatsapp.

Ditanya kapan akan dijadwalkan pertemuan dengan Bupati, Amsiridin belum menjawab.

Sementara, General Manager (GM) PT LAJ, Widiarsono belum berhasil dikonfirmasi. Pesan WahtsApp yang terkirim kemarin telah dibaca, dan belum bersedia dibalas.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments