Selasa, 21 Mei 2019

Diskusi Asyik Metrojambi.com-Mahasiswa Unja, Hadirkan Dua Caleg Pemilu 2019


Rabu, 15 Mei 2019 | 22:47:14 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI - Media online metrojambi.com bersama mahasiswa Universitas Jambi (Unja) menyelenggarakan kegiatan buka bersama dan diskusi Ramadan Asyik dengan tema “Pemilu 2019 Usai, What s Next..?”.

Diskusi berlangsung di salah satu kafe di kawasan Pasar Jambi, Rabu (15/5). Mulai pukul 14.00 WIB-18.00 WIB, dilanjutkan buka bersama dan Salat Maghrib bersama.

Kegiatan ini menghadirkan para politisi muda yang baru saja selesai bertarung memperebutkan suara rakyat. Ada Juwanda, Caleg terpilih DPRD Provinsi Jambi dari PKB, yang pada Pemilu 2019 memperoleh suara terbanyak di Daerah Pemilihan (Dapil) Sarolangun-Merangin. Selain seorang politisi, Juwanda juga adalah Ketua GP Ansor Provinsi Jambi.  

Selain itu diskusi asyik juga dihadiri politisi muda yang notabene Sekretaris DPW PSI Provinsi Jambi, Ade Adrianus. Ade pada Pemilu 2019 juga mencalonkan diri untuk DPRD Provinsi Jambi dari Dapil Kerinci-Sungai Penuh.

Diskusi dipandu oleh Mochammad Farisi, LL.M, Ketua Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Khairul Hazri, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakan acara ini adalah meningkatkan tali silaturahmi antara mahasiswa sekaligus menambah wawasan tentang seluk beluk perjuangan menjadi caleg di pemilu 2019 langsung dari sumbernya.



Acara berlansung santai dan seru dengan dikonsep talkshow dipandu M Farisi yang juga merupakan host TVRI Jambi. Pada diskusi pertama membahas latar belakang para narasumber.

Saat diskusi berlangsung, baik Juwanda maupun Ade menyatakan bahwa keduanya berangkat dari orang biasa dan bukan dari trah dinasti politik.

“Saya ini bukan anak siapa-siapa. Selama pencalonan tak didampingi ayah bunda. Saya bukan anak pejabat, bukan anak orang kaya. Saya lahir di kampung, 12 jam dari sini. Saya lahir di Lembah Masurai,” kata Juwanda.

“Kalau saya berasal dari salah satu desa di Kerinci. Saya juga pernah menjadi honorer di Sarolangun,” kata Ade.  

Dengan bekal pengalaman organisasi dan karena prihatin akan kondisi parlemen lah yang membuat Juwanda dan Ade Adrianus berniat terjun ke dunia politik. Keduanya berusaha memperbaiki keadaan daerah lewat jalur DPRD untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Satu hal yang membuat saya termotivasi adalah setelah bergabung dengan organisasi. Sampai ketika berkarir di Jakarta, saya bergaul dengan banyak orang dengan berlatar belakang tamatan berbagai kampus besar di Indonesia dan luar negeri. Ini harus jadi motivasi untuk semua mahasiswa. Bahwa bukan dari mana kampusnya, tapi siapa mahasiswanya,” ucap Juanda.

“Saya sejak awal ikut membangun PSI. Mulai dari verifikasi Kemenkumham. Karena kita ikut menciptakan, kita harus coba (mencalonkan diri, ed),” ujar Ade.

Untuk diketahui, nasib kedua caleg ini berbeda di Pemilu 2019. Juwanda yang maju lewat Dapil Sarolangun-Merangin berhasil membuat kejutan dengan memperoleh suara tertinggi di Dapil tersebut. Sedangkan Ade Adrianus yang maju di dapil Kerinci-Sungai Penuh belum beruntung.

Sesi kedua diskusi membahas perjalanan karir mereka di dunia politik, bagaimana mengikuti proses seleksi bakal caleg di parpol dan strategi merebut hati rakyat. Kedua narasumber sepakat bahwa faktor jaringan, modal, strategi dan kerja keras menjadi faktor penting memenangkan sebuah kompetisi pemilu.

“Kalau mau menjadi anggota DPRD harus ada tiga modal itu. Harapan saya untuk semua mahasiswa yang ingin terjun ke politik, siapkan dan bangunlah tiga modal itu sejak sekarang,” ujar Juwanda.

“Lantas, seberapa penting soal kapasitas untuk menjadi anggota DPRD?” kata Farisi.

“Tergantung partainyalah. Yang pasti kapasitas itu penting. Apalagi kalau dilihat dari siapa caleg terpilih di DPRD Provinsi. Banyak mantan pejabat dan tokoh-tokoh lain. Kalau Cuma datang, duduk, diam, percuma. Bagaimana bisa memperjuangkan aspirasi,” ujar Juwanda.  



Sesi ketiga mahasiswa juga diberi kesempatan melakukan tanya jawab dan di akhir sesi mahasiswa meminta komitmen dari caleg terpilih Juwanda untuk berani mencegah berbagai modus korupsi yang mungkin akan terjadi di DPRD nanti setelah dilantik.

Sementara itu, General Manager Metrojambi.com, Herri Novealdi, mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Terlebih karena yang hadir adalah narasumber berkompeten yang baru saja selesai bertarung di Pemilu legislatif 2019.

“Melalui kegiatan ini, tidak hanya mahasiswa, kita pun juga mendapat wawasan baru terkait dinamika pencalonan Pemilu. Semoga masyarakat pun juga bisa tercerahkan,” ujarnya.

“Kami pun berterima kasih dan sangat memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang sangat antusias membuat acara, dan kami sangat berterima kasih bisa ambil bagian dalam diskusi asyik ini. Semoga ke depan acara serupa bisa terus kita laksanakan. Metrojambi.com siap untuk terus terlibat dan menyukseskan acara seperti ini,” katanya. (*)


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments