Kamis, 9 April 2020

Waspada Cacar Monyet, Kadinkes: Di Jambi Belum Terindikasi


Kamis, 16 Mei 2019 | 21:19:56 WIB


Kepala Dinkes Provinsi Jambi Samsiran Halim
Kepala Dinkes Provinsi Jambi Samsiran Halim / dok.metrojambi.com

JAMBI – Di Singapura, saat ini ditemukan kasus monkeypox atau cacar monyet. Human Monkeypox (MPX) merupakan penyakit zoonosis atau penularan penyakit dari hewan ke manusia yang bisa berakibat fatal. Namun hingga saat ini, belum ada laporan masyarakat di Jambi yang terindikasi menderita cacar monyet ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Samsiran Halim mengatakan, virus cacar monyet ditularkan melalui kontak fisik. Penyakit ini dibawa oleh hewan monyet dan ditularkan kepada manusia melalui sentuhan atau kontak fisik.

"Menular bisa melewati cairan, gigitan, kontak fisiklah dengan monyet. Penularan dari manusia ke manusia juga bisa terjadi," tuturnya, Kamis (16/5/2019).

Samsiran menyebut, Kementerian Kesehatan RI sudah membuat surat edaran agar masyarakat waspada jika ada indikasi cacar monyet. Bahkan jika ada kontak antara monyet dengan penyakit cacar monyet, atau kontak dengan manusia yang terjangkit cacar monyet, harus segera dilakukan isolasi terlebih dahulu, supaya virus tidak menyebar dan menularkan ke lebih banyak orang.

"Kalau tingkat bahaya penyakit ini, dilaporkan di Singapura juga ada yang meninggal. Ini sama kayak cacar biasa. Namun yang membawa pertama adalah monyet," ujarnya.

Menurutnya, gejala awal penderita cacar monyet adalah demam, dan badan terasa sakit-sakit atau ngilu. Kemudian muncul bintik-bintik di kulit, hampir sama seperti cacar biasa. Di Jambi sendiri, belum ada laporan ada indikasi penderita cacar monyet ini. Jika ada, dia meminta agar masyarakat segera melaporkan agar bisa cepat ditangani.

"Yang jelas juga harus diisolasi terlebih dahulu," katanya.

Penyakit ini menurutnya pertama kali berasal dari Afrika. Kemudian penderita cacar air dari Afrika itu datang ke Singapura dan sejumlah orang yang bersentuhan dengannya tertular. Masa penularan atau incubasi kuman di dalam tubuh calon penderita cacar monyet hingga dinyatakan cacar air, terjadi dalam kurun waktu lima sampai 21 hari. Sementara masa sakitnya bisa berlangsung beberapa minggu.

"Kalau kita vaksi khusus atau obat belum ada. Karena Kemenkes baru menurunkan surat edaran untuk waspada. Serta memantau orang yang masuk dari Singapura dan terindikasi tertulas cacar monyet. Perlu diwaspadai ketika tubuh terasa demam, sakit-sakit, kemudian muncul bintik-bintik. Segera laporkan," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments