Selasa, 2 Juni 2020

Ini Informasi yang Disebarkan IRT di Merangin Hingga Harus Berurusan dengan Polisi


Jumat, 17 Mei 2019 | 21:18:06 WIB


Petugas kepolisian saat menangkap seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Merangin terkait penyebaran kabar bohong atau hoax
Petugas kepolisian saat menangkap seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Merangin terkait penyebaran kabar bohong atau hoax / Istimewa

BANGKO - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Merangin berinisial SE harus berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan itu diduga telah menyebarkan berita bohong (hoax) dan pencemaran nama baik institusi Polri melalui pesan WhatsApp.

SE ditangkap anggota Polda Metro Jaya, Jumat (17/4/2019). Penangkapan terhadap SE didasarkan pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya dengan Nomor SP.kap/114/V/Res.2.1./2019/Dit.Reskrim. serta laporan polisi dengan nomor LP/B/0461/V/2019/BARESKRIM, tanggal 13 Mei 2019.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, SE diduga sengaja menyebarkan informasi hoax tentang roti beracun didalam koper yang menyebabkan massa aksi damai di depan Bawaslu RI beberapa waktu lalu keracunan.

Pada saat itu, belasan masa aksi damai yang mengalami keracunan usai memakan takjil yang diberi seseorang yang tak dikenal, sehingga banyak orang jatuh sakit dan dilarikan kerumah sakit RSCM.

SE tidak mengkroscek lagi informasi yang didapatkannya. Oleh SE, informasi tersebut langsung disebarluaskannya.

Kasat Reskrim Polres Merangin Iptu Khairunnas saat dikonfirmasi terkait penangkapan oleh jajaran Polda Metro Jaya tersebut membenarkan hal itu. Namun demikian, dirinya tak menyebutkan secara detail alasan tim dari Polda Metro Jaya mengamankan SE.

"Iya benar, satu orang perempuan (diamankan, red),," kata Khairunnas.

Terpisah, Kepala Desa Sungai Ulak, Merangin, Jambi Azharuddin, yang sempat berada di tempat kejadian perkara (TKP) mengaku kaget jika ada warganya terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.

“Kalau memang benar apa yang dikerjakan oleh warga saya ini biarlah dia yang bertanggung jawab atas perbutannya," kata Azharudin.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments