Selasa, 25 Juni 2019

Dampak Mahalnya Tiket Pesawat, Pemudik Jalur Darat Diprediksi Meningkat 10 Persen


Selasa, 21 Mei 2019 | 10:06:07 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok/metrojambi

JAMBI - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi memprediksi lonjakan jumlah pemudik yang menggunakan transportasi darat tahun ini naik 5 - 10 persen dari tahun sebelumnya. Ini disebabkan melambungnya harga tiket pesawat yang terjadi akhir-akhir ini.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra mengatakan, melonjaknya harga tiket pesawat tersebut turut berdampak pada peningkatan jumlah kendaraan mudik lebaran melalui Jalur darat.

"Moda transportasi yang dipilih masyarakat mulai bergeser karena tingginya harga tiket pesawat, sehingga mode angkutan itu beralih ke angkutan darat. Baik itu angkutan umum maupun kendaraan pribadi," ujarnya usai menghadiri acara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/5/2019).

Untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan para pemudik yang menggunakan transportasi darat di Provinsi Jambi, pihak Dishub telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak diantaranya dengan pihak Balai Jalan Nasional, dan Pihak Balai Transportasi Darat Kementerian Perhubungan.

Sedangkan untuk identifikasi titik-titik rawan laka lantas sendiri, Varial mengaku sudah berkoordinasi dengan Dishub kabupaten/kota dan sudah mengidentifikasinya untuk dilakukan tindakan.

"Kita semuanya koordinasi dan Balai Jalan sudah menempatkan lima titik posko alat berat mereka. Artinya tersebar di Provinsi Jambi, termasuk di Kerinci yang rawan longsor," tuturnya.

Lebih lanjut Varial menyebut, Dishub juga akan menyiapkan posko-posko pelayanan bagi pemudik untuk beristirahat saat kelelahan di perjalanan. "Kita berikan kenyamanan kepada masyarakat. Kita pastikan bahwa mudik tahun ini benar-benar nyaman," ujarnya.

Selain itu, Dishub juga nantinya akan melakukan tes urine kepada para driver atau sopir-sopir baik kendaraan umum atau bus maupun pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, agar tidak ada sopir yang membawa mobil dalam keadaan mabuk.

"Kita tidak ingin driver yang membawa kendaraan ini sedang bermasalah atau mabuk. Sehingga kita memberikan keyakinan kepada penumpang bahwa kendaraan yang ditumpanginya aman," katanya.

Sementara, pihaknya mengatakan untuk pencanangan angkutan mudik lebaran dijadwalkan pada H-8 mendatang. “Kita sudah memploting waktu sesuai surat edaran gubernur, H-8 sudah mulai pencanangan angkutan lebaran," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments