Rabu, 23 September 2020

Investasi di Jambi Sudah Mencapai Rp 1,56 Triliun


Rabu, 22 Mei 2019 | 21:27:29 WIB


Kepala DPMPTSP Provinsi Jambi Imron Rosyadi
Kepala DPMPTSP Provinsi Jambi Imron Rosyadi / dok.metrojambi.com

JAMBI - Realisasi investasi di Provinsi Jambi hingga habis masa triwulan pertama tahun 2019 ini, menunjukkan perkembangan positif. Dimana realisasi investasi di Jambi sudah mencapai Rp 1,56 triliun dari target yang sebesar Rp 5,7 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jambi Imron Rosyadi mengatakan, realisasi tersebut telah mencapai 26 persen dari target yang ditetapkan tahun 2019.

Menurutnya, capaian tersebut cukup bagus, mengingat rata-rata setiap triwulan seharusnya capaian investasi sebanyak 25 persen. Terlebih usai Pemilu Legislatif dan Pilpres ini, kemungkinan besar akan ada trend lebih positif lagi ke depannya.

"Apalagi setelah adanya pemantapan Online Single Submission (OSS) dan Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap)," ujarnya, Rabu (22/5/2019).

Disampaikan Imron, dari total keseluruhan realisasi investasi tersebut, masih didominasi oleh investor lokal. Yakni sekitar Rp 1,126 triliun merupakan investor dalam negeri yang masuk dalam kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dengan jumlah proyek sebanyak 123 proyek.  

Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) ada sekitar 59 proyek dengan nilai investasi sebesar 29,1 US Dollar atau setara dengan Rp 436,5 miliar.

Sedangkan untuk Investasi PMDN di Jambi masuk didominasi oleh investasi primer, seperti perkebunan. Kemudian ada juga investasi di bidang perkayuan. Sementara untuk PMA, seperti investasi di bidang pertambangan, serta PUPL and Paper. “Investasi asing itu seperti industri PULP and Paper,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI mempublikasikan, data realisasi investasi triwulan I Periode Januari-Maret 2019 dengan total mencapai Rp 195,1 triliun, atau naik 5,3 persen dibandingkan tahun 2018 yaitu Rp 185,3 triliun.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments