Minggu, 22 September 2019

17 Titik Panas Terpantau di Tanjabtim


Senin, 19 Agustus 2019 | 11:48:29 WIB


Helikopter melakukan waterbombing
Helikopter melakukan waterbombing / Nanang Suratno/Metrojambi.com

MUARASABAK - Sejak 18 hingga 19 Agustus 2019, terpantau sebanyak 17 hotspot atau titik panas di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Titik panas tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Tanjabtim.

Data yang diperoleh metrojambi.com, 5 titik panas ada di Kecamatan Sadu. Kemudian 12 titik panas terpantau di Kecamatan Berbak.

Informasinya, di Kecamatan Berbak terjadi kebakaran lahan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), di R T 18 Dusun Penghanyut, Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak.

Sementara itu di Kecamatan Sadu, kebakaran lahan terjadi di Desa Air Hitam Laut. Hingga saat ini api belum berhasil dipadamkan.

Camat Berbak M. Yani mengatakan, lahan yang terbakar saat ini diperkirakan seluas 5 hektare. Namun, luasan ini diyakini terus bertambah karena yang terbakar merupakan semak belukar yang kering. Apalagi, tidak ada air di lokasi.

“Saya di Lokasi bersama Kapolsek dan anggota TNI serta tim lainnya. Kita sudah koordinasikan lewat Manggala Agni agar dilakukan water bombing karena di lokasi tidak ada titik air,” ungkapnya.

Ditambahkan Yani, pihaknya mengetahui adanya kebakaran sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (18/8/2019) kemarin, dan langsung ke lokasi. Setibanya disana api memang sudah menjalar.

Awalnya tim berusaha memadamkan dengan cara manual. Tapi cara ini tidak dapat lagi dilakukan karena angin cukup kencang. Keselamatan tim menjadi pertimbangan jika dipaksakan.

“Kita akan tunggu water bombing dulu. Karena saat ini informasinya sedang memadamkan di Kecamatan Sadu,” ujarnya.

Sementara itu, api juga belun dapat dipadamkan di Kecamatan Sadu, tepatnya Desa Air Hitam Laut. Di lokasi ini, tim juga kesulitan mencari titik air, sehingga api sulit dipadamkan meski kekuatan penuh telah diupayakan sembari dilakukannya water bombing. Karena lahan gambut, kebakaran di Air Hitam Laut menimbulkan asap yang cukup pekat.

Terpisah, Camat Sadu Frans Aprianto mengatakan, saat ini tim masih berupaya memadamkan api dilapangan. Jauhnya titik air dan dari titik api menyulitkan proses pemadaman.

“Kalau luasannya belum tahu berapa. Yang jelas di Air Hitam Laut ini sudah dekat dengan Taman Nasional Berbak (TNB),” katanya.

Adapun Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabtim Romi membenarkan jika ada 17 titik panas yang terpantau di wilayah Tanjabtim. Bahkan saat ini juga telah ada pemadaman dengan water bombing di Kecamatan Berbak.

"Pagi ini dilakukan water bombing," ujarnya singkat.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments