Kamis, 18 Juli 2019

Polres Sarolangun Gagalkan Peredaran 21 Kg Ganja, 2 Pelaku Ditangkap di Jakarta


Sabtu, 25 Mei 2019 | 00:09:54 WIB


Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana saat menunjukkan barang bukti 21 kg ganja yang berhasil diamankan
Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana saat menunjukkan barang bukti 21 kg ganja yang berhasil diamankan / Metrojambi.com

SAROLANGUN - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sarolangun berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis daun gaja seberat lebih kurang 21 kg. Dua orang pelaku yang diduga sebagai kurir juga berhasil ditangkap di Jakarta.

Kasat Resnarkoba Polres Sarolangun AKP Tonggam Manalu mengatakan, 21 kg ganja tersebut diangkut menggunkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS). Bahkan untuk menangkap kedua pelaku, Tonggam mengatakan pihaknya harus mengikuti paket berisi ganja tersebut ke Jakarta.

Tonggam menerangkan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan salah seorang sopir bua ALS pada Selasa (21/5/2019) lalu. Sopir tersebut melapor karena curiga dengan barang yang dibawanya.

"Awalnya pengemudi bus menemukan barang yang dicurigakan di dalam bus, lalu melapor ke polisi. Setelah dilakukan penggecekan, ternyata barang tersebut adalah ganja," kata Tonggam, Jumat (24/5/2019).

Namun saat itu, sambung Tonggam, hanya ditemukan barang bukti ganja, sedangkan pelaku tidak ada. Untuk mengungkap siapa pemilik paket ganja itu, anggota Satresnarkoba Polres Sarolangun lantas ikut menumpang bus ALS tersebut ke Jakarta.

Lebih lanjut Tonggam mengatakan, Rabu 22 Mei 2019 mobil tiba di pool ALS Jalan Daan Mogot, Jakarta. Anggota Satresnarkoba Polres Sarolangun lantas menyebar untuk melakukan pengintaian.

Tidak lama kemudian datang dua orang pria yang belakangan diketahui berinisial JM dan AM, menanyakan barang mereka yang dibawa oleh bus ALS. "Begitu mengangkat barang (berisi ganja, red), mereka langsung kami sergap," ujar Tonggam.

Dikatakannya lagi, menurut cerita sopir bus ALS, saat dalam perjalanan dari Padang Sindempuan, Sumatera Utara. Di tengah perjalanan, ada orang yang menelepon mengaku barang bawaannya tertinggal di dalam bus.

"Keterangan sopir ada penumpang di jalan dan menelepon sopir mengaku barangnya ketinggalan dan meminta barang itu tetap dibawa dan akan dijemput," terangnya.

Ditambahkan Tonggam, orang tersebut menelepon sampai tiga kali. Karena curiga, saat melintas di wilayah Sarolangun sopir lantas melapor kepada pihak kepolisian.

"Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Sarolangun," tandasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments