Senin, 22 Juli 2019

Diduga Korban Pembunuhan, Jasad Hendra Ditemukan Sudah Membusuk


Minggu, 26 Mei 2019 | 21:37:11 WIB


Warga Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo memadati lokasi penemuan mayat seorang pria bernama Hendra
Warga Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo memadati lokasi penemuan mayat seorang pria bernama Hendra / metrojambi.com

MUARATEBO - Warga Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo dihebohkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang sudah membusuk di belakang gudang kosong milik Bomen Marbun, Sabtu (25/5/2019). Gudang tersebut berada di jalan poros RT 05 Desa Pemayungan.

Mayat tersebut diketahui bernama Handra bin Taher alias Engga (30), warga RT 07 Dusun Bukit Bulan, Desa Pemayungan. Belum diketahui pasti apa penyebab kematian korban, diduga Handra merupakan korban pembunuhan.

Kapolres AKBP Zainal Arrahman, melalui Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Hendra Wijaya Manurung, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

"Ya benar, warga Desa Pemayungan menemukan mayat seorang laki-laki di belakang gudang kosong di jalan poros Pemayungan, RT 05 Desa Pemayungan," ujar Hendra.

Kasat menceritakan, kronologis penemuan mayat tersebut berawal dari seorang saksi An Dimson Siagian yang mendapatkan informasi dari masyarakat saat melintas di jalan poros Pemayungan, bahwa ada bau busuk di sekitar rumah kosong milik Bomen Marbun.

Karena penasaran, lalu Dimson mengajak ketiga temannya. Terlebih mereka sebelumnya mendengar ada informasi orang hilang seminggu yang lalu, yang belum ditemukan sampai sekarang. Setelah ditemukan sesosok mayat tersebut, lalu saksi melaporkan ke Bhabinkamtibnas Pemayungan Brigadir Gunra.

"Mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD STS Tebo untuk dilakukan autopsi," kata Hendra.

Terkait informasi penemuan mayat yang sudah membusuk, Anto yang merupakan kakak kandung korban mengaku, adiknya itu dibunuh. Pasalnya, di dalam gudang kosong tersebut terdapat bercak darah, bahkan ia juga mengaku bahwa kondisi tengkorak kepala di bagian belakang retak seperti bekas pukulan benda tumpul.

"Ya bang, kayaknya adik saya ini dibunuh," ujarnya singkat.

Dugaan ini juga diperkuat dengan ditemukannya sepeda motor milik korban di dalam sungai yang sangat jauh dari TKP tempat ditemukannya Handra. Jarak ditemukannya korban dan sepeda motornya tersebut diperkirakan mencapai 4 Km.

"Motor adik saya ditemukan di dalam sungai oleh abang saya yang dibantu warga sekitar," jelasnya.

Anto juga menceritakan, sebelumnya korban dikabarkan hilang, pada hari Sabtu (18/05/19) sore lalu. Handra sempat pamit untuk keluar rumah menggunakan sepeda motor untuk malam mingguan bersama teman. Namun, keesokan harinya Handra tidak pulang ke rumah.

Pada hari Jumat malam (24/05/19) kemarin saya baru melaporkan ke Polsek Sumay untuk mencari adik saya ini, karena sudah 6 hari ini tidak pulang ke rumah. Keesokan harinya (Sabtu, red) ia mendapat kabar kalau ada orang mencium bauk busuk di sekitar gudang.  

"Dan memang aroma bau busuk yang menyengat tersebut berasal dari bau mayat adik saya yang ditemukan di belakang gudang," terangnya.

Saat ditanya apakah Handra punya masalah dengan orang lain, Anto mengakui, memang Handra ada masalah dengan temannya. Namun, permasalahan tersebut sudah diketahui Kades dan perangkat Desa setempat.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab kematian korban. Pasalnya pihak kepolisian masih mencari tahu apa penyebab tewasnya korban.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments