Selasa, 25 Juni 2019

Penyalahguna Narkoba di Batanghari Diduga Suap Oknum Aparat Agar Bebas


Senin, 03 Juni 2019 | 20:53:26 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARABULIAN - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Batanghari pada 15 Mei 2019 lalu mengamankan dua orang pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Keduanya adalah pasangan suami istri JU dan RO, warga Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, keduanya diamankan di depan Mapolsek Bajubang, saat dalam perjalanan menuju Tempino. Saat itu, anggota Satresnarkoba Polres Batanghari juga mengamankan barang bukti diduga narkoba jenis sabu-sabu seberat 2 gram, yang disimpan di kotak make up RO.

Namun belakangan JU dilepaskan pihak kepolisian, sedangkan RO tetap ditahan. Informasinya, JU bisa bebas setelah memberi suap berupa sejumlah uang kepada oknum polisi.

Sumber metrojambi.com menyebutkan, JU menyerahkan uang sebesar Rp 120 juta agar ia dan istrinya bisa bebas dari jeratan hukum. Namun ternyata hanya JU yang dibebaskan oleh pihak kepolisian.

Masih menurut sumber, JU dan RO sempat di tes urine, dan hasilnya positif. Dari situlah JU berupaya melobi agar ia dan istrinya bisa bebas dengan memberikan sejumlah uang.

"JU sampai menjual dua buah mobilnya. Satu double kabin dan satunya Fortuner. Fortuner dijual ke orang di Jambi," ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Setelah uang tersebut diberikan kepada oknum polisi, lanjut Sumber, JU masih terus berupaya agar istrinya bisa bebas. Namun usaha JU tetap saja gagal.

"Tapi pasal kepemilikan sabu-sabu yang disangkakan kepada istrinya itu diubah menjadi pasal pengguna," kata sumber.

Sementara itu, JU saat dijumpai di kediamannya mengakui bahwa ia dan sang istri memang pemakai sabu. "Tapi kami hanya untuk dopping saja. Untuk kerja saja," katanya.

Sempat disinggung apakah dirinya memang memberikan sejumlah uang kepada pihak polisi, JU tersenyum. "Saya takut istri saya jadi korban. Karena laporannya sudah naik keatas," katanya.

JU pun berjanji akan membuka secara terang benderang kasus yang menjerat dirinya dan sang istri. "Kita tunggu persidangan saja. Saya mau berkorban demi istri saya. Istri saya di dalam (tahanan, red) itu sakit, saya hanya ingin istri saya keluar, itu saja," ungkap JU.

Disinggung lagi apakah jumlah uang yang diberikan tidak terlalu banyak, JU kembali tersenyum. "Mobilnya empat, terjual dua," tandasnya.

Terpisah, Kasat Resnarkoba Polres Batanghari Iptu David R. Yudhistira saat dimintai tanggapannya membantah pihaknya menerima sejumlah uang terkait diamankannya JU dan istrinya RO.

"Itu tidak benar. Sama sekali tidak ada. Wong laporannya lanjut. Si istri postif sementara suaminya kan tidak. Sekarang ke tahap sidik, abis lebaran kita pelimpahan," ujar David saat ditemui di ruangannya, Senin (3/6/2019).


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments