Jumat, 7 Agustus 2020

Komisi Yudisial Pantau Sidang Penyelundupan Benih Lobster di Jambi


Jumat, 31 Mei 2019 | 10:28:45 WIB


Sidang penyelundupan benih lobster
Sidang penyelundupan benih lobster / BKIPM Jambi

JAMBI - Sidang putusan terhadap enam orang terdakwa kasus penyelundupan ratusan ribu ekor benih lobster senilai belasan miliar rupiah yang berhasil digagalkan Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Jambi dan TNI AL beberapa waktu lalu di dua lokasi berbeda digelar di pengadilan negeri dengan dipantau anggota Komisi Yudisial.

"Pada persidangan dua perkara kali ini, pihak BKIPM merasa puas dengan vonis atau putusan yang dijatuhkan majelis hakim pengadilan terhadap para terdakwa penyelundupan benih lobster tersebut dan persidangannya pun dikawal atau disaksikan langsung oleh anggota Komisi Yudisial (KY) hingga putusan," kata Humas Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, Sukarni, di Jambi Jumat (31/5/2019), seperti dikutip dari Antara.

Persidangan kedua perkara penyelundupan benih losbter di pengadilan itu dihadiri langsung dua orang anggota Komisi Yudisial yakni Martindo dan Erlan yang memantau dan melihat langsung proses seluruh persidangan tersebut.

Untuk kasus pertama upaya penyelundupan benih atau baby lobster oleh anggota Reskrim Polres Tanjab Barat dengan lima orang terdakwa yakni Ridwan, Sudirman, Muchtar, H Hasanuddin dan Muchlis oleh majelis hakim diketua Andi Hendrawan, SH, MH dan hakim anggota Deni Hendra, S.Ip, SH, MH dan Feri Deliansyah, SH.

Para terdakwa divonis atau dihukum putusan masing-masing tiga tahun kurungan penjara dan didenda Rp1 miliar atau tiga bulan kurungan penjara.

Amar putusan kasus kelima terdakwa dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim dan memenuhi beberapa unsur pada Pasal 88 jo, Pasal 16 UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan, sehingga majelis hakim memutus kelima terdakwa dengan hukuman masing-masing tiga tahun kurungan penjara dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan penjara.

Majelis hakim juga memberikan waktu satu minggu kepada terdakwa untuk pikir-pikir terhadap vonis atau keputusan yang dijatuhkan hakim pengadilan negeri tersebut.

Sementara itu untuk terdakwa lainnya Elvis Arden yang ditangkap anggota TNI AL Lanal Palembang tentang kasus tindak pidana perikanan berupa upaya penyelundupan baby lobster di daerah Kampung Laut Kabupayen Tanjab Timur, Jambi divonis dengan hukuman satu tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Majelis hakim di ketua Khairuludin, SH, MH dan anggota Gandung, SH, M. Hum serta Rahadian Nur, SH, MH menyatakan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim dan memenuhi beberapa unsur pada Pasal 88 jo. Pasal 16 UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan.

"Namun pertimbangan majelis hakim dari sisi peran terdakwa yang hanya sebagai pembantu saja, sehingga majelis hakim memutus terdakwa dengan hukumnan satu tahun kurungan penjara dan denda Rp1 miliar subsider satu bulan kurungan penjara," kata Sukarni.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments