Sabtu, 21 September 2019

Ini Tarif Masuk dan Bea Parkir di Objek Wisata yang Dikelola Pemkab Kerinci


Jumat, 07 Juni 2019 | 08:28:44 WIB


/ Metrojambi.com

KERINCI - Libur Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 Masehi banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata, tidak terkecuali di Kabupaten Kerinci. Kerinci merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki cukup banyak objek wisata menarik dan selalu diserbu pengunjung saat momen liburan.

Objek wisata di wilayah yang kerap disebut "sekepal tanah dari surga" ini, beberapa di antaranya dikelola pemerintah setempat. Seperti Danau Kerinci, Air Panas Semurup, Aroma Peco, dan Air Terjun Telun Berasap.

Objek wisata favorit tersebut pada umumnya telah dibenahi. Bahkan lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci Ardinal saat dikonfirmasi mengatakan, untuk biaya masuk objek wisata milik pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemkab telah mematok biaya masuk sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda).

“Biaya masuk ke objek-objek wisata yang kita kelola sudah ada perdanya. Untuk dewasa 4.000 dan anak-anak Rp 2.000,” kata Ardinal, Jumat (7/6/2019).

Selain biaya masuk, di dalam Perda tersebut juga diatur biaya parkir bagi para pengunjung. Biaya parkir di objek wisata yakni roda dua Rp 2.000, roda empat Rp 4.000, dan roda enam Rp 6.000.

“Jadi bayarlah retribusi sesuai perda yang telah ditetapkan, jika ada yang meminta lebih dari itu, berarti ada oknum yang memanfaatkan," ungkapnya.

Namun lanjut Ardinal, jika ada yang meminta retribusi dan parkir disepanjang jalan umum bukan dari Pariwisata, tetapi dilakukan oleh oknum. "Parkir milik pemerintah hanya didalam objek wisata," jelasnya.

Dikatakannya lagi, agar para pengunjung tidak tertipu oleh oknum yang tidak bertangunggun jawab. Perda retribusi biaya ke objek wisata tersebut telah mereka sebarkan yakni melalui spanduk-spanduk.

“Spanduk tentang perda retribusi tersebut telah kita pasang di setiap lokasi objek wisata yang kita kelola itu,” pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments