Sabtu, 26 September 2020

Masyarakat Tanjung Agung Tolak Camat Jadi Pjs Rio


Minggu, 09 Juni 2019 | 19:26:04 WIB


Perwakilan warga Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo saat memberikan keterangan terkait penolakan Pjs Rio
Perwakilan warga Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo saat memberikan keterangan terkait penolakan Pjs Rio / Metrojambi.com

MUARABUNGO - Situasi di Dusun (Desa, red) Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo saat ini sedikit memanas.

Pemicu memanasnya situasi di salah satu dusun tertua itu dipicu masalah posisi Pejabat sementara (Pjs) Rio (Kepala Desa, red). Dimana saat ini Dusun Tanjung Agung tak memiliki Rio definitif.

Pjs Rio Dusun Tanjung Agung saat ini dijabat oleh Camat Muko-Muko Bathin VII, M Pani. Hal inilah yang membuat situasi di dusun Tanjung Agung sedikit memanas, karen masyarakat menolak Camat M Pani sebagai Pjs Rio.

Dua alasan yang mendasari penolakan, yakni Pjs Rio tak diusulkan oleh masyarakat melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kemudian, penolakan M Pani sebagai Pjs Rio dikarenakan yang bersangkutan menjabat sebagai Camat.

Puncak kemarahan warga adalah dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) M Pani selaku Camat Muko-Muko Bathin VII yang rangkap jabatan sebagai Pjs Rio Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo.

Menindaklanjuti Surat Keputusan pengangkatan Pjs Rio yang ditandatangani Bupati Bungo H. Mashuri per tanggal 24 Mei 2019 tersebut, BPD Dusun Tanjung Agung bersama tokoh masyarakat langsung melaksanakan rapat di kantor BPD.

Berdasarkan hasil rapat bersama tokoh masyarakat tersebut, tujuh orang BPD yang dikomandoi ketua BPD Dusun Tanjung Agung, Dedi Heriyanto, belum lama ini menghadap Dinas PMD Bungo dan langsung mediasi.

"Kami sudah rapat bersama tokoh-tokoh masyarakat, hasilnya masyarakat Tanjung Agung menolak M Pani sebagai pjs Rio Dusun Tanjung Agung," jelas Dedi, yang didampingi enam orang anggota BPD lainnya.

Sementara itu, Kadis PMD Bungo Taufik Hidayat mengatakan, terkait tuntutan dari BPD dan tokoh masyarakat itu sebenarnya tidaklah salah, akan tetapi SK Pjs M Pani sudah ditandatangan oleh Bupati.

"Mau gimana lagi, SK Pjs Rio Tanjung Agung sudah disetujui oleh Bupati," kata Taufik Hidayat saat itu.

Selang beberapa hari kemudian, BPD bersama tokoh masyarakat kembali melakukan rapat dan dihadiri tokoh masyarakat yang cukup mempunyai pengaruh, Mahpus. Dalam surat kesepakatan bersama dua alasan yang menjadikan landasan masyarakat menolak camat sebagai Pjs Rio.

Alasan pertama, dikarenakan Pjs tak sesuai dengan usulan masyarakat melalui BPD. Kedua, Pjs Rio merangkap jabatan camat, sehingga tak ada lagi yang melakukan kontrol dan pengawasan.

Setelah dilakukan rapat mediasi, masyarakat menandatangani surat kesepakatan menolak M Pani. Surat kesepakayan itu juga ditandatangani oleh Sekretaris Dusun Tanjung Agung, Parizal.

"Saya tidak ada kepentingan apa-apa. Saya ingin membenahi dusun Tanjung Agung," jelas Mahpus saat dikonfirmasi.

"Saya minta kepada Bupati Bungo H Mashuri agar segera mencopot M Pani dari jabatan pjs Rio dusun Tanjung Agung dan segera menggantikan Pjs Rio sesuai dengan pilihan masyarakat," tegas Mahpus.

"Kalau Pjs rRo tidak diganti secepatnya, maka kami akan demo besar-besaran ke kantor Bupati, dan saya langsung yang akan jadi komandonya," ujarnya menambahkan.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments