Kamis, 21 November 2019

Bupati Merangin Langsung Turun Tangan Atasi Kesemrawutan Pasar Baru Bangko


Senin, 10 Juni 2019 | 16:31:37 WIB


Bupati Merangin H Al Haris minta kepada Kasat Pol PP Akmal Zen untuk secara menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan
Bupati Merangin H Al Haris minta kepada Kasat Pol PP Akmal Zen untuk secara menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan / Andi Kurniawan

BANGKO - Usai Lebaran Idul Fitri 1440 H, para pedagang di Pasar Baru Bangko, Kabupaten Merangin tidak lagi berjualan di kiosnya, tapi malah turun berjualan di badan jalan. Kondisi itu membuat jalan dalam pasar tersebut menjadi semrawut.

Mendapat laporan tersebut, Bupati Merangin H. Al Haris langsung turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baru Bangko. Tiba di pasar itu, Haris bersama rombongan terlihat kaget.

Betapa tidak, kondisi jalan dalam pasar itu tidak hanya semrawut, tapi juga mengeluarkan bau tak sedap, karena tidak hanya pedagang sayuran yang turun berjualan di badan jalan, tapi juga pedagang ikan, ayam dan daging.

Bahkan jalan yang tadinya lancar dilalui kendaraan roda empat, sekarang jadi macet total, hanya lancar dilalui kendaraan roda dua. Kondisi itu jelas mambuat keindahan Kota Bangko jadi terusik.

Haris yang cekatan menyikapi hal tersebut, saat menegur satu persatu pedagang yang berjualan di badan jalan. Bajunya sempat kecipratan air limbah pasar yang melibar ke tengah jalan.

"Ini tidak bisa dibiarkan, apa jadinya Kota Bangko kalau begini. Semua pedagang harus membali ke kiasnya masing-masing dalam los pasar. Tidak ada pedagang yang berjualan di badan jalan," ujar Haris.

Ia juga minta kepada pedagang bisa saling menjaga kondisi Kota Bangko yang bersih dan indah. Kota Bangko yang geografisnya berada di perlintasan jalan Lintas Sumatera, tentu jadi perhatian banyak orang.

"Terlebih pada arus balik Leberan Idul Fitri 1440 H, pemudik dari mana saja melewati Kota Bangko. Bagaimana jika kota kita kotor dan kumuh, tentu akan membuat malu kita semua," ujarnya.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments