Jumat, 15 November 2019

Anggota SMB Serahkan 10 Pucuk Senjata Api Rakitan ke Polres Batanghari


Selasa, 23 Juli 2019 | 11:40:04 WIB


Barang bukti senjata api rakitan dan senjata tajam yang diamankan dari penangkapan puluhan anggota SMB
Barang bukti senjata api rakitan dan senjata tajam yang diamankan dari penangkapan puluhan anggota SMB / istimewa

MUARABULIAN - Kepolisian Resort (Polres) Batanghari mengamankan 10 pucuk senjata api rakitan jenis kecepek dari dua anggota Serikat Mandiri Batanghari (SMB) pimpinan Muslim di Distrik 8 PT WKS, Minggu (21/7), pukul 23.00 WIB.

Senjata rakitan tersebut merupakan milik Suku Anak Dalam (SAD) Marahman, selaku pimpinan kelompok Lidah Pembangun asal Muara Hilis, Kabupaten Tebo.

Ini disampaikan oleh Kapolres Batanghari, AKBP Mohamad Santoso saat press rilis di Mapolres Batanghari, Senin (22/07).

"Kita mengamankan 10 unit kecepek tersebut berdasarkan patroli yang dilakukan oleh Satgas Keamanan yang terdiri dari TNI-Polri dan security PT WKS," ujar Santoso kepada wartawan.

Ia melanjutkan, saat berpatroli Satgas menemukan dua orang anggota SMB. Kepada petugas, keduanya menunjukkan 10 pucuk senpi rakitan tersebut. "Mereka menyerahkan 10 unit Senpi tersebut dengan sukarela setelah dilakukan pembinaan oleh tim Satgas," ujarnya lagi.

Sebelumnya, kata Kapolres, mereka menggunakan Senpi tersebut untuk aktivitas sehari-hari seperti berburu hewan. Namun, saat bertemu dengan SMB, mereka pun direkrut langsung oleh Muslim selaku ketua kelompok.

"Mereka bergabung selama lebih kurang 7 bulan. Mereka direkrut untuk menakut-nakuti pihak lain dengan menggunakan senjata tersebut," sebutnya.

Santoso melanjutkan, mereka juga merasa tertipu dengan ajakan Muslim untuk bergabung di dalam kelompok tersebut, lantaran tidak sesuai yang dijanjikan. "Mereka kita data lalu dibina sebelum dikembalikan ke Muara Hilis, Kabupaten Tebo," lanjutnya.

Saat ini, katanya, operasi keamanan di Distrik 8 PT WKS masih berlangsung hingga benar-benar steril dan aman. Sehingga karyawan perusahaan bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.

"Kemungkinan masih ada senjata jenis kecepek lainnya. Namun kita masih menggelar operasi keamanan hingga saat ini," ujarnya.

Ditambahkan Santoso, hingga kini total ada 22 unit senpi rakitan jenis kecepek yang sudah diamankan oleh kepolisian. "12 unit ada di Polda Jambi," jelasnya.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments