Jumat, 6 Desember 2019

Angka Kriminalitas di Jambi Selama Operasi Ketupat 2019 Turun


Selasa, 11 Juni 2019 | 16:01:16 WIB


Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi / istimewa

JAMBI – Angka kriminalitas di Provinsi Jambi selama Operasi Ketupat 2019 turun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu tercatat ada 75 kasus kriminalitas, tahun ini turun menjadi 59 kasus.

“Turun sekitar 21,33 persen,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Selasa (11/6/2019).

Data yang diperoleh metrojambi.com dari Polda Jambi, selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2019, 29 Mei hingga 10 Juni, ada 4 kasus kriminalitas yang menonjol di Jambi. Keempat kasus tersebut yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta penganiayaan berat (anirat).

Sama seperti tahun lalu, selama Operasi Ketupat 2019 tercatat ada 16 kasus curat. Untuk kasus curas turun dari 6 kasus tahun 2018 menjadi 5 kasus tahun 2019. Kemudian curanmor turun dari 23 kasus di 2018 menjadi 9 kasus di 2019, dan anirat turun dari 11 kasus tahun 2018 menjadi 1 kasus tahun 2019.

Polda Jambi mencatat, aksi kriminalitas terbanyak masih terjadi di wilayah hukum Polresta Jambi, dengan rincian 13 kasus curat, 2 curas, dan 5 curanmor. Kemudian Polres Bungo dengan 2 curas dan 1 curanmor.

Kemudian Polres Tebo dan Polres Merangin masing-masing 1 curat dan 1 curanmor. Berikutnya Polres Muaro Jambi 1 curas, Polres Tanjab Barat 1 curanmor, Polres Tanjab Timur 1 curat, dan Polres Sarolangun 1 anirat.

Sementara itu di wilayah hukum Polres Batanghari dan Polres Kerinci tidak ada catatan mengenai aksi kriminalitas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2019.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments