Kamis, 21 November 2019

RSJ Jambi Ajak Masyarakat Kenali Tiga Penyebab Gangguan Jiwa


Selasa, 11 Juni 2019 | 21:49:47 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI- Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi menyampaikan cara deteksi tiga hal yang biasa menyebabkan seseorang alami gangguan kejiwaan yakni kelainan dalam tubuh, salah dalam pola asuh terhadap anak, dan situasi sosial.

“Penyebab orang terserang gangguan jiwa ini multikomplek, penyebabnya tidak berdiri sendiri. Biasanya jika disebabkan situasi sosial juga terdapat kelainan dalam tubuh yang menyebabkan orang menderita gangguan jiwa,” kata Humas RSJ Jambi Singgih Jarot Santoso di Jambi, Selasa.

Organo biologi atau kelainan dalam tubuh merupakan penyakit yang diderita pasien yang dapat menyebabkan gangguan kejiwaaan seperti tumor otak dan gegar otak yang dapat menyebabkan seorang alami perubahan perilaku dari normal menjadi abnormal.

Selanjutnya sosial kultural, yakni pola asuh sejak usia dini yang membentuk pasien alami gangguan jiwa, atau dengan kata lain salah dalam pola asuh.

Sedangkan ketiga yakni situasi sosial, dimana pasien alami gangguan jiwa akibat lingkungan atau situasi sosial yang dihadapinya sangat berat sehingga menyebabkan gangguan kejiwaan, seperti tekanan dalam perekonomian, putus cinta hingga permasalahan dalam rumah tangga.

Pasien-pasien yang alami gangguan jiwa berat harus menjalani rawat inap di RSJ, dimana RSJ daerah itu menargetkan penderita gangguan jiwa sembuh setalah mendapatkan perawatan selama 42 hari.

“Dari perawat, dokter psikolog dan gizi bersinergi agar pasien gangguan jiwa yang menjalani rawat jalan sembuh selama 42 hari,” kata Singgih Jarot Santoso.

Sejak awal memasuki perawatan, penderita gangguan kejiwaan menjalani beberapa tahapan penyembuhan. Penderita gangguan jiwa berat terlebih dahulu mendapatkan perawatan di ruang intensif. Diruang intensif, penderita gangguan jiwa mendapatkan perawatan selama kurang lebih satu minggu.

Pasien yang masuk ke dalam ruang intensif tersebut merupakan pasien yang masih gelisah, cenderung mengamuk dan emosinya belum terkontrol. Sehingga pengawasan yang diberikan terhadap pasien di ruang intensif tersebut lebih ketat dan obat yang diberikan lebih intensif.

Setelah pasien mendapatkan perawatan dari ruang intensif, selanjutnya pasien akan mendapatkan perawatan di ruangan intermediet. Di ruangan itu pasien sudah dapat bersosialisasi dan berinteraksi, namun masih perlu pengarahan dari petugas. Biasanya pasien mendapatkan perawatan di ruang intermediet tersebut selama dua pekan.

Jika pasien telah menunjukkan perubahan yang signifikan, maka pasien dapat mengikuti rangkaian kegiatan di ruangan rehabilitasi mental. di ruangan rehabilitasi mental pasien gangguan jiwa mengikuti serangkaian kegiatan kemandirian.

Di mana pasien diajarkan berkebun, bertani, pertukangan dan mendapatkan siraman rohani sesuai dengan agama yang dianut.

“Selama pasien mengikuti kegiatan di ruang rehabilitasi mental, pihak keluarga dari pasien sesekali diundang untuk melihat aktivitas yang dilakukan, tujuannya jika sudah keluar dari RSJ keluarga dapat memperlakukannya seperti yang dilakukan di RSJ, karena penderita gangguan kejiwaan ini bisa kumat kembali jika salam dalam penanganannya,” kata kata Singgih Jarot Santoso.


Penulis:
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments