Selasa, 25 Juni 2019

Terdakwa Kasus Suap Penerima CPNS Muaro Jambi Dituntut 1,5 Tahun Penjara


Rabu, 12 Juni 2019 | 21:11:31 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Muhamad Yusuf, Kasubid Pengangkatan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muaro Jambi yang tersandung kasus suap penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun).

Tuntutan ini dibacakan oleh JPU Ade, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (12/6/2019). Menurut jaksa, terdakwa yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejari Muaro Jambi terbukti bersalah.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa terbukti sebagaimana dalam dakwaan ketiga sebagaimana diatur dalam pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Meminta kepada majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana satu tahun dan enam bulan, dan denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan,” ucap Ade, membacakan surat tuntutannya.

Adapun hal yang menjadi pertimbangan memberatkan menurut jaksa, bahwa terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam melakukan pemberantasan korupsi. Sementara hal yang meringankan, terdakwa tidak pernah dihukum dalam kasus lainnya maupun kasus yang sama.  

"Dan terdakwa memiliki tanggung jawab sebagai kepala keluarga," katanya lagi.

Sementara barang bukti yang digunakan dalam persidangan sepenuhnya dikembalikan kepada saksi Nasrul Anwar. "Uang hasil operasi tangkap tangan senilai Rp 19.300 juta dan sertifikat tanah dikembalikan," sebutnya.

Menanggapi tuntutan ini, kuasa hukum terdakwa, Fikri Riza mempertanyakan barang bukti yang dikembalikan ke pelaku suap. "Nasrul Anwar kok tak jadi tersangka? Dia pemberi suap itu," katanya.

Fikri juga mempertanyakan status pemberi suap. Bahkan uang yang dijadikan suap dikembalikan. "Ini aneh kenapa dikembalikan, harusnya tidak seperti OTT KPK," tegasnya.

Untuk diketahui, Yusuf kena OTT tim Kejari Muaro Jambi dan Tim Kejati Jambi di rumah pribadinya, di RT 06, Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, atas dugaan suap penerima CPNS.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments