Sabtu, 21 September 2019

WNA Tersangka Penyelundupan Baby Lobster Dilimpahkan ke Jaksa


Rabu, 12 Juni 2019 | 22:08:49 WIB


Tersangka penyelundupan baby lobster saat dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jambi, Rabu (12/6/2019)
Tersangka penyelundupan baby lobster saat dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jambi, Rabu (12/6/2019) / istimewa

JAMBI – Berkas perkara kasus penyelundupan baby lobster yang menjerat Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, Kong Hui Ping bersama tujuh orang lainnya telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

Sebagai tindak lanjut, Rabu (12/6/2019), penyidik Ditpolairud Polda Jambi melakukan pelimpahan tahap II, yakni penyerahan tersangka dan alat bukti pihak kejaksaan untuk selanjutnya disidangkan.  

Kasi Penkum Kejati Tinggi Jambi, Lexy Fatharani membenarkan hal tersebut. “Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menangani perkara tersebut nantinya yakni Victoris Parlaungan Purba, dan Donnel Haratua Sitinjak,” katanya kepada awak media.

Disebutkan Lexy, adapun tersangka yang dilimpahkan yakni Lucky alias Hong Cai, Ramlan Sapta Utomo Sabirin, Herman, Zainuri, Purnama Andika Putra, Sabirin, dan Ansori As.

“Mereka dikenakan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) jo pasal 100 jo pasal 7 ayat (1) UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar,” kata Lexy dalam siaran persnya.

Sementara tersangka Kong Hui Ping, kata Lexy, disangkakan melanggar pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) jo pasal 100 jo pasal 7 ayat (1) UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 55, 56 KUHPidana. “Ya saat ini mereka sudah kita titipkan di Lapas Jambi, menjelang kita limpahkan ke Pengadilan,” katanya.

Selain terdakwa, barang bukti yang dilimpahkan yakni 81.000 benih lobster jenis pasir, buku paspor Kong Huiping, Hp Merk Xiaomi Mi 8, buku tabungan BCA atas nama Ating Martini, dompet berisi 23 kartu ATM, buku catatan warna merah, satu pompa air merek resun LP4D, dua tabung oksigen, dua galon air, satu pompa celup merek amara, dua pompa celup merek, satu mesin pompa air merek national, tiga plastik sealer merek pioline, satu pompa celup merek SP 1000, dan satu buah kolam penampungan.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments