Selasa, 25 Juni 2019

PPDB Tetap Gunakan Sistem Zonasi


Kamis, 13 Juni 2019 | 10:45:11 WIB


Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Jambi, Supardi
Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Jambi, Supardi / Jainal Abidin

JAMBI – Tahun ajaran baru 2019/2020 akan dimulai 1 hingga 6 Juli mendatang. Seperti sebelumnya, Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) biasanya selalu diwarnai masalah, karena semua orang tua ingin anaknya masuk di sekolah favorit.

Menghadapi PPDB tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi telah menjalin kerjasama atau MoU dengan Disdik Kabupaten Muaro Jambi.

Kerjasama ini terkait penerimaan siswa baru yang bertempat tinggal di wilayah perbatasan antara Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Selama ini, siswa yang tinggal di perbatasan antara Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, lebih memilih bersekolah di wilayah Kota Jambi.

"Saat ini, sudah ada sekolah yang ada di dekat perbatasan, yakni SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 4 Kota Jambi," ujar Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Jambi, Supardi, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, untuk PPDB SMP Negeri tetap menggunakan sistem zonasi. Proses seleksi siswa SD yang akan masuk SMP didasarkan pada jarak rumah ke sekolah, tanpa memperhitungkan nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Persentase PPDB SMP jalur zonasi alias jalur regular ini, mencapai 90 persen. Sedangkan alokasi kursi jalur prestasi, perpindahan tugas orangtua, serta jalur sosial ekonomi sebanyak 10 persen.

“Proses pendaftaran calon siswa SMP dilakukan secara online,” jelasnya.

Mantan Kabid SD tersebut mengatakan, sebelum melakukan pendaftaran secara online, calon peserta didik harus melakukan registrasi untuk mendapat personal identification number (PIN) di SMP negeri terdekat.

“Untuk melakukan registrasi, syaratnya siswa cukup membawa salinan Kartu Keluarga (KK) dan kartu tanda peserta USBN,” katanya.

Skor penilaian PPDB didasarkan pada jarak tempat tinggal peserta didik dengan sekolah pilihan. Jarak tersebut dihitung dengan memperhatikan titik koordinat tempat tinggal siswa dengan titik koordinat sekolah dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI).

“ Tempat tinggal peserta didik baru tersebut merujuk pada KK dan minimal telah bertempat tinggal pada alamat tersebut selama satu tahun. Jika, misalnya, siswa pindah tempat tinggal kurang dari satu tahun, maka titik koordinat alamatnya didasarkan pada domisili di KK yang lama,” jelasnya.

Dikatakannya, masyarakat bisa mendaftarkan putra-putrinya secara online. Sementara itu, pendaftaran PPDB jenjang SD dibuka setelah SMP.

Pengumuman kelulusan peserta didik dan nilai hasil USBN SD, jika melihat Prosedur Operasional Standar (POS) penyelenggaraan USBN tahun 2019 akan dilaksanakan.

Ada tiga pelajaran yang diujikan yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 tahun 2018 diperkuat surat edaran (SE) bersama Mendikbud dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bernomor 420/2973/SJ mengatur PPDB menggunakan zonasi dan tidak memakai nilai USBN.

Sedangkan untuk PPDB SD, sekolah wajib memprioritaskan usia anak dan jarak tempat tinggal peserta didik dengan sekolah.

“Sekolah dilarang melakukan tes membaca, menulis dan berhitung (calistung) untuk seleksi calon peserta didik kelas 1 SD,” katanya lagi.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments