Senin, 14 Oktober 2019

Ada Aktivitas PETI di Mampun, Ini Tanggapan Kapolsek Tabir


Jumat, 14 Juni 2019 | 20:07:39 WIB


Petugas kepolisian saat menggerebek salah satu lokaso PETI di Merangin beberapa waktu lalu
Petugas kepolisian saat menggerebek salah satu lokaso PETI di Merangin beberapa waktu lalu / Dok.metrojambi.com

BANGKO - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) hingga saat ini terus terjadi di Kabupaten Merangin. Kali ini, pelaku PETI diketahui melakukan aksinya di wilayah Bukit Canai, Desa Mampun, Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir.

Informasi dari warga setempat, lokasi yang dijadikan untuk aktivitas PETI adalah areal persawahan warga. Bahkan warga menyebutkan aktivitas PETI di wilayah Bukit Canai tersebut diduga juga melibatkan warga negara asing (WNA) asal China sebagai penampung.

Menurut warga, E dan SC sudah lama tinggal di wilayah Mampun, dan bertindak sebagai penampung emas hasil PETI.

“Yang punyo mesin dompeng pengusaha. Ado jugo orang China berinisial E dan SC. Mereka itu juga beli emas,” ujar PY, salah seorang warga, Kamis (13/6/2019).

Sementara itu, adanya aktivitas PETI di wilayah Bukit Cenai ternyata sudah diketahui pihak kepolisian. Ini seperti dikatakan Kapolsek Tabir AKP Suhendri, Jumat (14/6/2019).

"Kemarin kami bersama Danramil sudah cek ke lokasi. Alat memang ada, tetapi waktu itu tidak bekerja," kata Suhendri saat dikonfirmasi.

Ditambahkan Suhendri, pihaknya harus hati-hati dalam menyikapi masalah PETI di wilayah Tabir. Apalagi beberapa waktu lalu kantor Polsek Tabir pernah dibakar massa karena masalah PETI.

"Kantor Polsek Tabir memiliki masa lalu yang kelam, makanya harus hati-hati. Dulu kantor Polsek pernah dibakar jangan sampai kejadian terulang lagi," ujar Suhendri.

Lebih lanjut Suhendri mengatakan, jika ingin melakukan razia, harus memiliki personel yang lengkap dan kuat, agar hasilnya bisa maksimal.

"Kalau (razia, red) masalah PETI tidak bisa sedikit anggota, minimal ada juga Pol PP. Anggota harus kuat kalau mau razia," sebut Suhendri.

Dikatakannya lagi, Senin (27/6/2019) pekan depan pihaknya bersama stakeholder terkait akan melakukan rapat masalah PETI, untuk menentukan langkan dan sikap yang dilakukan nantinya.

"Pasti kita tindaklanjuti. Namun barang (lokasi PETI, red) itu jauh, sekitar dua jam perjalan menuju lokasi. Cetak sawah juga digarap pelaku PETI," pungkasnya.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments