Kamis, 24 Oktober 2019

Dituding Jadi Penyebab Tanaman Karet Rusak, Warga Resah dengan Aktivitas Pengolahan Minyak Ilegal


Minggu, 16 Juni 2019 | 18:41:37 WIB


Sejumlah mobil yang diduga digunakan untuk mengangkut minyak ilegal
Sejumlah mobil yang diduga digunakan untuk mengangkut minyak ilegal / Metrojambi.com

MUARABULIAN - Tidak hanya di Kecamatan Muara Bulian, lokasi pengolahan minyak ilegal juga terpantau di sepanjang jalan dari Simpang Pete hingga Desa Mekar Sari Nes, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Terpantau di Desa Mekar Sari Nes saja setidaknya ada tiga hingga empat titik lokasi tempat pengolahan minyak. Selanjutnya, Metro Jambi melakukan pemantauan hingga ke Desa Batin.

Adanya aktivitas pengolahan minyak ilegal di Desa Batin membuat warga resah. Bahkan warga menuding aktivitas pengolahan minyak ilegal tersebut telah menyebabkan rusaknya tanaman karet milik mereka.

"Daunnya rusak, banyak berguguran. Kondisi daun karet jadi timbul bercak-bercak kecoklatan. Kalau kebun saya cuma ada empat hektare. Tidak pernah sama sekali sayo cek lagi. Malas sayo, biaklah mau rusak, rusaklah," ungkap warga berinisial A, Minggu (16/6/2019).

Ditambahkan A, umumnya warga setempat memiliki kebun karet seluas 2 hektare. "Di sini ado sekitar 250 KK (kepala keluarga). Jadi kalikan bae,"  ujarnya.

Ditanyakan apakah ada kontribusi dari pelaku pengolahan minyak ilegal tersebut? A mengatakan sepengetahuan dirinya yang bersangkutan pernah memberikan bantuan untuk masjid setempat.

"Sayo ado dengar mereka ngasih uang ke masjid. Warga banyak jugo yang jadi kuli di situ. Ikut jadi pekerjanyo," kata A.

Ditambahkan A, memang kerap kali lokasi pengolahan minyak dirazia, akan tetapi pengolahan minyak masih saja beroperasi. "Razia terus, ngolah tetap jalan jugolah. Samo dengan idak bae razia tu," kesal A.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments