Selasa, 12 November 2019

Pengendara Diminta Hati-hati, Banyak Titik Longsor di Jalan Kerinci-Bangko


Minggu, 16 Juni 2019 | 20:42:40 WIB


Salah satu lokasi longsor di jalan Kerinci-Bangko
Salah satu lokasi longsor di jalan Kerinci-Bangko / metrojambi.com

KERINCI - Pengendara baik roda dua, empat, maupun enam diminta berhati-hati saat melintasi jalan Kerinci-Bangko, karena banyak terdapat titik longsor maupun jalan amblas. Terutama di sepanjang jalan dari Muara Imat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, hingga Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin.

Tanah dan lumpur yang terbawa longsor juga menutupi sebagian badan jalan. Akibatnya, jalan menjadi licin sehingga pengendara harus berhati-hati saat melintas, agar tidak terjadi kecelakaan.

Sandi, salah seorang warga Kerinci mengatakan, bahwa ada beberapa titik longsor di Jalan Kerinci-Bangko. Selain longsor ada beberapa titik jalan yang amblas. Dia meminta, kepada kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut untuk berhati-hati.

"Ya harus berhati-hati melewati jalan Kerinci-Bangko, karena disebelah kanan jalan adalah jurang dan beberapa titik jalan ada yang amblas," ujarnya, Minggu (16/6/2019).

Sementara itu, Frem, warga lain mengungkapkan kecemasannya saat ia melewati jalur tersebut. “Terdapat banyak titik longsor di perbatasan jalur Bangko-Kerinci, tepatnya di seputaran Kecamatan Batang Merangin hingga Desa Birun Muara Emat, membuat jalur ini terasa mencekam apalagi dilewati di kondisi hujan” ungkapnya.

Selain longsor, ruas jalan Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Merangin juga digenangi air saat hujan deras mengguyur wilayah Kerinci dan Merangin.

"Air dari atas bukit turun kenalan, hingga menggenangi badan jalan, ini juga bisa membahayakan pengendara yang melintasi jalan tersebut," sebutnya.

Ia berharap dengan kondisi demikian, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemkab Kerinci dan Merangin untuk menyiagakan alat berat di lokasi tersebut. “Alat berat harus standby di sana, karena saat ini musim tidak menentu seperti rawan terjadi longsor," pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments