Senin, 9 Desember 2019

Bupati Sarolangun Dorong Masyarakat Promosikan Kopi Batang Asai


Minggu, 16 Juni 2019 | 20:45:53 WIB


Bupati Sarolangun Cek Endra saat mencoba mengoperasikan aat pemecah biji kopi di Batang Asai
Bupati Sarolangun Cek Endra saat mencoba mengoperasikan aat pemecah biji kopi di Batang Asai / metrojambi.com

SAROLANGUN - Demi mengembangkan pemasaran Kopi Bukit Tempurung Batang Asai Sarolangun Jambi, Bupati Cek Endra meminta agar masyarakatnya ikut andil mempromosikan kopi tersebut.

Dia menceritakan pengalamannya di salah satu Cafe di Jakarta, yang menjual khusus kopi dari berbagai daerah. Dari sekian banyak kopi tersebut, ternyata ada kopi hasil produk Jambi yakni Kerinci.

Tentunya dengan itu, dia merasa bangga menjadi putra Jambi, sebab kopi sudah dipasarkan di kota-kota besar.

“Saya tanya kopi daerah mana saja yang ada, ternyata ada kopi Kerinci lalu saya bilang saya pilih kopi Kerinci saja. Ternyata enak dan saya tanya apakah banyak yang pesan, ooh ternyata banyak,” ujar Cek Endra.

Dari sana, dia mengaku terenyuh, Sarolangun punya kopi dan tidak kalah enaknya dengan daerah lain. Ditambah lagi sudah berlabel halal dan sudah punya izin serta belum lama ini dipromosikan di istana negara.

“Saya berharap jangan semuanya andalkan pemerintah untuk promosi. Kita mulai dari daerah kita dulu, coba para kades se-kabupaten ini kompak, saling dukung untuk bantu promosikan ini. Bayangkan kalau seluruh kades bergerak dan otomatis masyarakat juga ikut andil,” terangnya.

“Saya juga mengimbau agar masyarakat kita memanfaatkan moment ini untuk memperkenalkan potensi daerah kita, percuma terkenal di luar sana kalau kita sendiri tidak peduli dengan produk kita,” tandasnya.

Tidak hanya itu saja, masyarakat Lubuk Bangkar umumnya di Batang Asai fokus dengan budidaya kopi dan menggenjot produksinya, sehingga ketika dibutuhkan konsumen dalam skala besar ini bisa cukup.

“Apalagi secara ekonomi kopi cukup menjanjikan dan P2DK kita akan terus kita dorong peningkatan ekonomi masyarakat. Termasuk sektor pertanian dan perkebunan, itu di batang asai sudah puluhan hektare yang tanam kopi. Dari anggaran itu juga masyarakat juga bisa beli mesin penggiling,” tandasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments