Senin, 18 November 2019

Zulfikar Achmad Sikapi Kans Maju di Pilgub Jambi


Selasa, 18 Juni 2019 | 19:41:44 WIB


Zulfikar Achmad
Zulfikar Achmad / Dok.metrojambi.com

JAMBI - Mantan Bupati Bungo dua periode yang kini kembali terpilih sebagai anggota DPR RI, Zulfikar Achmad, dinilai juga sangat layak untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi.

Zulfikar Achmad sendiri ketika ditanya terkait kans maju di Pilgub, dia mengatakan menjadi pemimpin itu harus dikenali masyarakat dan punya keberhasilan saat menjabat, baik saat menjadi sebahai camat, bupati/walikota dan gubernur atau wakil bupati dan gubernur.

"Syaratnya harus dikenal masyarakat oleh masyarakat dan sudah berbuat untuk masyarakat," katanya.

Kemudian, kata politisi Demokrat ini, seorang pemimpin tidak bisa diatur orang lain, termasuk anak istri apalagi tim sukses tidak boleh ikut campur.

“Jadi tidak boleh diatur orang lain, apalagi tim sukses, tidak boleh ikut campur," tegasnya.

Zulfikar sendiri mengatakan bahwa dirinya siap maju di Pilgub, namun dengan syarat tidak pakai uang, karena menurutnya itu akan memicu terjadi korupsi.

"Tapi kalau pakai uang saya tidak mau. Saya tidak mau menggunakan uang untuk memilih saya. Ngan siap asal tidak pakai sen," tandasnya.

Seperti diketahui, jelang Pemilihan Gubernur Jambi (Pilgub), sejumlah kandidat sudah bermunculan, mulai dari kalangan partai politik (parpol) maupun dari non parpol. Sejumlah nama bupati dan walikota juga digadang-gadangkan akan bertarung di Pilgub 2020 mendatang.

Seperti nama walikota Jambi Sy Fasha, Walikota Sungaipenuh Asafri Jaya Bakri, Bupati Sarolangun Cek Endra, Bupati Merangin Al Haris, Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Safrial, dan Bupati Tebo Sukandar dan Bupati Batanghari Syahirsyah, Bupati Kerinci Adirozal, termasuk  Gubernur Fachrori Umar.

Selain sejumlah nama kepala daerah  juga muncul sejumlah nama figur dari non partai seperti nama Kapolda Jambi Irjen Muchlis AS, kemudian Brigjen Syafril Nursal dan Mayjen TNI Sudirman, kemudian nama pengacara kondang Jambi Ramli Thaha juga mencuat.


Penulis: Sahrial
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments