Kamis, 24 Oktober 2019

Antisipasi Penyakit di Pancaroba, Dinkes Imbau Masyarakat Konsumsi Vitamin


Rabu, 19 Juni 2019 | 16:38:24 WIB


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Samsiran Halim
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Samsiran Halim / dok/metrojambi.com

JAMBI - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Samsiran Halim mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, terutama pada perubahan cuaca atau pancaroba perubahan dari musim hujan ke musim kemarau seperti yang terjadi saat ini.

Dia mengatakan, berbagai penyakit yang berpotensi muncul ketika perubahan musim saat ini yaitu, influenza, demam, diare, muntaber, infeksi saluran pernapasan (ispa) dan batuk pilek.

Cuaca yang tidak menentu, kata Samsiran, dapat memicu terjadinya pelemahan daya tahan tubuh, karena sulit beradaptasi dengan perubahan cuaca yang demikian. Maka perlu untuk melakukan antisipasi terhadap kesehatan tubuh dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Menjaga kebersihan lingkungan, rumah dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya awal untuk mencegah terjangkit suatu penyakit yang kerap terjadi ketika perubahan iklim atau cuaca," ujarnya, Rabu (19/6/2019).

Menurut Samsiran, di masa transisi perubahan cuaca ini sangat berbahaya bagi kesehatan, sehingga dia juga menganjurkan masyarakat rutin konsumsi vitamin.

"Namun sejauh ini belum adanya laporan-laporan masyarakat idap ispa akut, karena itu kebanyakan yang dikeluhkan masyarakat. Jadi alangkah baiknya kita cegah," tuturnya.

Selain itu Samsiran mengingatkan kepada masyarakat Jambi, untuk menjaga kondisi badan, terlebih nanti akan memasuki musim kemarau. "Antisipasi untuk penyakit Ispa dengan perbanyak minum air, memakai masker jika melewati wilayah berdebu dan jika telah terjangkit bakteri segera berkonsultasi ke pusat kesehatan setempat," jelasnya.

Untuk diketahui bahwa Stasiun Meteorologi Kelas 1 BMKG Provinsi Jambi memperkirakan pada bulan Juni ini telah memasuki musim kemarau hingga September mendatang. Dan pada perubahan musim itu, kerap rentan terhadap bencana maupun penyebaran penyakit.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments