Selasa, 15 Oktober 2019

Gersang Adakan Pra Launching Antologi Jeritan Anak Pinggiran


Rabu, 19 Juni 2019 | 20:46:33 WIB


/ istimewa

JAMBI - Gerakan Sastra Pinggiran (Gersang) gelar pra-launching antologi bersama Jeritan Anak Pinggiran. Gerakan ini diinisiasi oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi. Komunitas ini lahir dari kegelisahan melihat kondisi lingkungan sosial di Jambi yang kemudian didukung oleh Program Kreativitas Mahasiswa Kemristekdikti untuk memberikan materi menulis puisi kepada panti asuhan Ibadurrahman Jambi.

Kegiatan yang mengusung tema Jeritan Anak Pinggiran diadakan Sabtu, 15 Mei 2019 pukul 19.30 WIB di Tempoa Art Galery Kota Jambi. Kegiatan yang dilakukan adalah baca puisi dan musikalisasi puisi oleh anak-anak panti Asuhan Ibadurrahman dan beberapa sastrawan Jambi lainnya. Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri oleh puluhan penikmat dan pelaku sastra di Jambi. Beberapa di antaranya hadir juga guru dan dosen yang hadir dalam kegiatan yang bermaksud untuk menyuarakan apa yang dirasakan oleh apa yang kita sebut sebagai anak pinggiran, kata Nafri Dwi Boy selaku inisiator kegiatan.

Penampilan musikalisasi puisi dari Teater Lam Alif, pembacaan cerpen dan pembacaan puisi dari dosen, guru, dan hadirin lainnya menjadi titik awal melangkah gerakan ini.

“Gersang seperti oase di tengah gurun pasir yang mampu melepas dahaga berekspresi di tengah masyarakat serta membawa anak pinggiran dari kehidupan samar menuju kehidupan nyata. Orang-orang tidak akan menganggap mereka hanya patung ilusi, melainkan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari mereka. Mempererat tali persaudaraan, sehingga tolong menolong menjadi kebiasaan” tambah Nafri.

Pra-Launching buku kumpulan puisi yang diberi judul “Jeritan Anak Pinggiran” juga dilakukan pada malam itu. Buku puisi tersebut diterbitkan oleh Gemulun sebagai upaya untuk mendokumentasikan harapan, cita-cita, kebahagiaan dan keadilan yang dirasakan oleh anak pinggiran.

“Pada saat kegiatan berlangsung sudah ada puluhan penulis yang pada umumnya adalah orang pinggiran tergabung dalam antologi yang akan diterbitkan bulan Agustus pada saat hari kemerdekaan Indonesia nanti,” ujar Amanda selaku anggota Gersang. (*)


Penulis:
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments