Selasa, 20 Agustus 2019

Agustus, Diskanak Sarolangun Salurkan Bibit Ikan


Kamis, 20 Juni 2019 | 10:09:03 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN- Banyaknya aliran sungai di Kabupaten Sarolangun menjadi salah satu potensial budidaya ikan di Kabupaten Sarolangun. Seperti yang telah dilakukan dengan membuat lubuk larangan di aliran sungai dan juga dengan budidaya di kolam ikan oleh masyarakat dengan berkelompok.

Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten bantuan bibit ikan ini akan digulirkan sekitar bulan Agustus akan datang melalui kucuran dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Hal ini seperti yang diuraikan oleh Kepala Disnakkan Kabupaten Sarolangun, Asnawi dibincangi awak media.

Menurutnya pihak Disnakkan Sarolangun sangat optimis dalam membuat suatu dobrakan pengembangan budi daya ikan secara merata di Kabupaten Sarolangun. Tujuanbya agar masyarakat di Kabupaten Sarolangun tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan pasokan ikan. Hal ini juga dibantu dengan kayanya potensi alam di Kabupaten Sarolangun untuk budidaya ikan melalui aliran sungai-sungai yang tersedia.

“Kita banyak sekali memiliki sungai yang ada di desa-desa. Dan ini juga bisa membntuk lubuk larangan yang nantinya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dan di Sarolangun juga banyak terdapat lubuk larangan," kata Asnawi.

Sebelum melakukan penyaluran bibit ikan di tahun ini, Asnawi juga mengakui akan melakukan pemantauan lokasi tempat penyaluran bibit ikan. Hal ini guna memastikan kelayakan bagi penerima bantuan bibit ikan.

Selain itu juga akan memastikan bagi penerima bantuan bibit ikan yang akan dibudidaya di kolam juga akan dipastikan memiliki kelompok budidaya ikan.

“Ini sudah ada aturannya bagi kelompok penerima harus membuktikan dengan melampirkan biodata kelompok petani ikan yang mereka miliki, di mulai dari nama kelompok tani, struktur kepengurusan kelompok tani, dan juga sekretariat kelompok tani beserta usulan yang mereka masukan ke disnakkan kabupaten sarolangun terlebih dahulu,” ujarnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments