Sabtu, 20 Juli 2019

Minggu Depan Sanksi Tegas Akan Diberlakukan


Kamis, 20 Juni 2019 | 10:23:56 WIB


/ dok/metrojambi.com

MUARASABAK – Meski action pihak Satlantas dan Dishub Tanjabtim, terkesan molor dari rencana awal yakni April lalu. Namun Satlantas Polres Tanjabtim maupun Dishub kembali memastikan, bahwa mulai minggu depan pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi mobil truk angkutan sawit yang tonasenya lebih dari tujuh ton.

Pemberian sanksi terhadap para angkutan sawit dengan muatan yang melebih tonase jalan ini, tak lain ini untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan jalan yang semakin parah. Terlebih akhir-akhir ini sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak, dan diduga salah satunya dipicu akibat hilir mudiknya angkutan sawit.

Kepastian pemberian sanksi bagi angkutan sawit yang melanggar kesepakatan terkait tonase ini, disampaikan Kasat Lantas Polres Tanjabtim AKP Tesmirizal.
Sebelum dilakukan penindakan tegas, selama satu pekan ini pihaknya akan mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh pelaku sawit. Agar saat dilakukan penindakan nanti, tidak ada lagi pelaku usaha sawit yang merasa keberatan.

"Minggu depan kita action, minggu ini kita akan berikan surat imbauan dan pemasangan spanduk dulu," kata Kasat Lantas. Hal senada juga dikatakan Kabid Lalu Lintas Dishub Tanjabtim Rizaldi, dimana pihaknya saat ini telah menyiapkan jembatan timbangan portabel. Sebagai alat untuk mengukur tonase kendaraan angkutan sawit, yang kian merajela dan diduga sebagai pemicu kerusakan jalan yang semakin parah.

"Jembatan timbangan portable sudah ada, jadi kita sekarang siap action. Rencananya minggu depan, tapi terkait jadwal pastinya kita masih menunggu koordinasi akhir dengan pihak Satlantas,"ujar Rizaldi.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto mengumpulkan para pelaku usaha sawit pada pertengahan Maret lalu.

Dari hasil pertemuan tersebut, para pelaku sepakat terkait angkutan mobil sawit jenis truk tidak melebihi dari 7 ton. Sementara Pemkab sendiri dalam hal ini berjanji akan membuka seluruh portal, dengan catatan angkutan sawit memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat jalan agar tidak cepat rusak.

Kesepakatan itu sendiri rencana awalnya telah diterapkan pada April lalu. Namun karena saat ini pihak Dishub belum memiliki jembatan timbangan portabel, maka penindatakan terhadap angkutan sawit yang melanggar aturan terpaksa ditunda. "Sekarang jembatan timbangan portablenya sudah ada, jadi tinggal actionnya saja," tandas Rizaldi.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments