Minggu, 25 Agustus 2019

Baru Selesai Dikerjakan, Kualitas Ruas Jalan Sungai Penuh-Letter W Dipertanyakan


Kamis, 20 Juni 2019 | 16:01:49 WIB


/ Kolase metrojambi.com

KERINCI - Pengerjaan preservasi jalan nasional Sungai Penuh-Letter W dikeluhkan warga. Hal ini dikarenakan pengerjaan Jalan yang dikerjakan PT. Aurora Mitra Prakarsa dengan nilai Rp 16,2 miliar tersebut dinilai asal-asalkan.

Meski belum lama dikerjakan, kondisi jalan sudah mengalami kerusakan. Masyarakat pun mempertanyakan kualitas dari jalan yang dibangun tersebut, dan menganggap pengaspalan jalan tersebut hanya berbentuk polesan semata.

Sejauh ini ada sejumlah titik di ruas jalan tersebut yang mengalami kerusakan. Seperti di depan STA Kayu Aro, di Desa Koto Keras, serta di beberapa titik lainnya.

Kondisi ini semakin menguatkan asumsi masyarakat dan sejumlah pihak, akan tidak baiknya material yang diguanakan untuk pengaspalan jalan dengan dana besar tersebut.

"Jelas sekali terlihat kualitasnya, lihat saja bentuk aspal jalannya penuh dengan pori-pori dan bercelah. Cobalah bangun jalan di Kerinci dengan baik, itukan uang negara," ungkap Robi, salah seorang warga.

Tidak hanya itu, lanjutnya, komposisi dari jalan aspal yang telah dibangun tersebut juga tidak rata, hal ini bisa dirasakan saat melalui jalan tersebut.

"Coba saja melewati jalan itu, sangat terasa akan tidak ratanya jalan. Meski kita masih awam kita cukup paham mana aspal yang bagus atau tidak, aspal yang bagus harusnya mulus dan licin dan tidak menyerap air," tegasnya.

Kondisi jalan yang demikian juga dipertanyakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kerinci. Dodo Harianto,.anggota DPRD membenarkan bahwa kualitas jalan Sungai Penuh-Letter W yang berada dibawah naungan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IV Wilayah Jambi sangat perlu di pertanyakan.

"Jangankan orang teknis, warga biasa pun bisa menilai kualitas jalan tersebut. Saat ini kondisi jalan yang tidak baik ini sudah jadi bahan perbincangan masyarakat," jelasnya.

Dikatakannya lagi, selama pelaksanaan pengerjaan jalan tersebut selalu dipantau pihaknya, sejauh pemantauannya pelaksanaan jalan tersebut sudah terbilang janggal.

"Kita juga jarang melihat pengawas di lokasi pelaksanaan pengerjaan jalan tersebut, wajar saja hasilnya begini," tegasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments