Senin, 21 Oktober 2019

Guru Prestasi Tingkat Provinsi Jambi Ditetapkan


Selasa, 02 Juli 2019 | 13:35:10 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI – Setelah melewati tahapan demi tahapan seleksi dimulai 27 Juni hingga 1 Juli, akhirnya guru prestasi tingkat Provinsi Jambi ditetapkan baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dan bakal melaju ke tingkat nasional Agustus mendatang.

Adapun nama- nama yang menjadi guru prestasi tingkat provinsi untuk jenjang SD Juara I atas nama Yul Pendri dari SD Negeri 26 Kota Jambi.

Kemudian Deni Sulistiowati Ningsih SD Negeri 61 Talang Babat dan Leni Marlina SD Negeri 2 Pasar Sarolangun. Selanjutnya jenjang SMP Juara I atas nama Susi Lestari SMP Negeri 8, Juara II Yayuk Purwanti, dan Juara III Dwi Nanda Ahmad Ramadhon.

Selanjutnya jenjang SMA Juara I Retci Anggaralia, Juara II Maulana, dan Juara III Novrita Suryani. Dan jenjang SMK Juara I atas nama Leonnardo Sijabat, Juara II Irawati, Juara III Dwi Rika Susanti, dan jenjang Pendidikan Luar Bisa atau PLB Juara I diraih Hedia Rizki, Juara II Intan Nurani, dan disusul Nurhalimah.

Dikatakan Yul Pedri, pihaknya bersaing dengan para guru dari daerah lain di Provinsi Jambi dengan melewati tahapan tes tertulis, penulisan karya ilmiah, wawancara, dan penilaian portofolio.

"Alhamdulillah saya juara I jenjang SD," katanya, Selasa (2/7).

Tentunya prestasi yang diraih saat ini menurutnya tidak mudah dan butuh perjuangan, berbekal pengalaman beberapa kali mengikuti lomba dan dijadikan pengalaman berharga.

"Tentunya menampilkan maksimal," paparnya.

Sementara itu Deni Sulistiowati Ningsih, peraih peringkat ke dua dan merupakan guru Fasda Pintar Tanoto Foundation ini menampilkan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kontekstual di dalam kelas.

Menurutnya, jika seorang guru mengajar dengan pendekatan ceramah saja maka akan membuat siswa menjadi pasif, namun jika dengan pendekatan kontekstual siswa akan lebih aktif, terlibat penuh dalam pembelajaran dan tentunya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dampak yang paling signifikan adalah siswa terbiasa mencari tambahan materi pembelajaran," jelasnya.

Ditambahkan, misalkan diberikan penjelasan tentang gaya, tarikan atau dorongan. Namun jika kita menggunakan media pembelajaran dan percobaan, sepeda, bola misalnya, maka bisa bergerak karena adanya gaya.

Selain sepeda, Deni juga membuat medianya yaitu mobil-mobilan dari botol air minum dalam kemasan.

Dwi Nanda Ahmad Ramadhan, peraih peringkat 3 guru berprestasi dari tingkat SMP, materi yang diujikan selama lomba guru berprestasi adalah tentang wawasan kependidikan, guru dituntut untuk mengetahui isu-isu terkini, lalu mendorong guru menguasai 4 komptensi guru pedagogik, kepribadian, sosial, profesional. Selain memahami materi tersebut, guru harus membuat penelitian tindak kelas.

Menurut Nanda, ketika guru mempraktikkan ke tiga hal di atas, maka dampak yang terlihat adalah keaktifan siswa, muncul kreativitas siswa dari sisi pembelajaran abad 21.

“Outputnya nanti siswa akan lebih kritis dan berani berpendapat, apalagi jika menerapkan Higher Order Thinking Skills atau merangsang siswa untuk bertanya tingkat tinggi,” tukasnya.

Selain Deni dan Nanda, fasda Tanoto Foundation juga mengirimkan 2 wakilnya yang lain, yaitu Dedi Hendriyanto dan Yunairi Fariana. Dedi mengirimkan materinya tentang meningkatkan keterampilan pronunciation dan speaking siswa dengan menggunakan aplikasi smartphone natural readers. Subyeknya adalah siswa kelas IX di SMPN 19 Batang Hari.

“Targetnya adalah siswa antusias belajar berbahasa Inggris, awalnya monoton, ketika menggunakan aplikasi ini, siswa tertarik untuk belajar mengucapkan kata, ketika mereka tidak mengerti cara pengucapannya, langsung membuka aplikasi tersebut untuk mendengar suara langsung dari native speaker,” ujar Dedi.

Finalis lainnya adalah Yunairi Fariana yang menyampaikan materi meningkatkan kemampuan siswa kelas VI pada mata pelajaran matematika dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan metode STAD (Student Team Achievement Division).


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments