Senin, 26 Agustus 2019

Jelang Tenggat Penentuan Sosok Cawagub Jambi Pilihan Partai Koalisi


Selasa, 02 Juli 2019 | 22:41:53 WIB


/ kolase metrojambi.com

JAMBI - Niat Partai Bulan Bintang (PBB) untuk menginisiasi pertemuan partai koalisi pengusung pasangan gubernur dan wakil gubernur Zumi Zola-Fachrori Umar pada Pemilu 2016 lalu, guna membicarakan kursi wakil gubernur masih belum terwujud.

Padahal batas akhir atau tenggat pengusulan Calon Wakil Gubernur (Wagub)  Jambi, untuk mendampingi Fachrori Umar hingga akhir masa jabatannya 2020 tinggal 4 hari lagi. Namun hingga saat ini belum ada keputusan siapa yang akan diusulkan untuk mengisi kursi BH 2 Provinsi Jambi.

Apalagi masing-masing partai koalisi mengusulkan kader partainya masing-masing.  Seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai pengusung pasangan Zumi Zola-Fachrori di Pilgub 2015 mengusulkan tujuh kadernya ke DPP PAN sebagai calon pendamping Fachrori.

Salah satunya adalah Ratu Munawwarah, istri mendiang mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, ayah dari Zumi Zola. Selain Ratu, ada empat nama kader PAN lainnya seperti Madian, kemudian Nalim, mantan Bupati Merangin, Bambang Bayu Suseno (BBS) wakil bupati Muaro Jambi, serta Jefri Amas.

Sementara dua nama lainnya yaitu Dipo Ilham Jalil dan Abdul Rahman ikut mencalonkan diri.  PKB juga tak mau cuma menonton. Mereka juga menyiapkan 4  kader potensial untuk menduduki wakil gubernur Jambi,  seperti nama Al Amin Nasution, Eka Marlina, Zainal Abidin dan Handayani.

Sedangkan PBB sendiri juga menyiapkan dua nama yaitu ketua PBB sendiri Yulius Nur dan Nasrullah Hamka. Dengan calon yang ada, tentu hal itu tidak mudah karena partai koalisi hanya mengusulkan dua calon kepada gubernur Jambi, untuk diteruskan ke DPRD, ditambah lagi waktu yang semakin mepet.

Ketua DPW PBB Provinsi Jambi, Yulius Nur, yang beberapa hari lalu menyatakan akan menginisialsi pertemuan dengan partai koalisi, juga belum terwujud. "Belum ada, mudah-mudahan 1 atau 2 hari ini sudah ada pertemuan," kata Yulius Nur saat dikonfirmasi harian ini.

Yulius Nur mengatakan, saat ini tinggal menentukan waktu untuk melakukan pertemuan itu, untuk menyatu persepsi. Karena kata dia, partai PBB sendiri meski mengusulkan calon, tetapi tidak harga mati.

"Itu tidak ada harga mati, karena ada komunikasi kita siapkan juga calonnya," kata dia.
Bagaimana jika nanti terjadi deadlock dalam menentukan dua calon itu, Yulius Nur mengatakan kemungkinan itu tentu saja ada.

"Kemungkinan itu tetap saja ada. Tetapi kita optimis, dan bisa dilakukan tepat waktu,"  tandasnya.

Sementara Ketua DPD Hanura Provinsi Jambi, M Yusuf, menyebutkan, sejauh ini pihaknya hanya berkomunikasi melalui telepon seluler semata, namun belum secara bersama-sama dengan semua Parpol koalisi.

"Belum ada sama sekali, komunikasi ada cuma lewat telepon saja. Kalau duduk bersama musyawarah untuk bahas masalah ini belum ada," ujanya, kemarin (2/7).

Dirinya pun mengakui memang sejauh ini ada sejumlah kandidat yang masuk dalam bursa Cawagub itu yang sudah mendatangi dirinya selaku ketua Hanura untuk meminta dukungan.

"Dari PKB itu ada pak Amin Nasution, kalau dari PAN pak Nalim yang menyatakan sudah dapat restu. Hanya sebatas perorangan saja yang baru mendatangi kita," jelasnya.

Dirinya berharap, ada yang setara memotori pertemuan Parpol koalisi ini untuk melakukan pembahasan yang kemudian akan menyetujui dua yang akan diusulkan ke DPRD Provinsi Jambi.

"Kalau ditanya punya calon, semua partai punya calon. Tapi kan tetap harus duduk bersama kita. Bukan soal misalnya PAN punya tujuh calon, PKB punya tiga calon. Apa bisa mengajukan sendiri-sendiri? kan tidak," tegas Yusuf.

Masih dikatakan Yusuf, untuk menentukan wakil gubernur yang diperlukan adalah melihat kualitas calonnya, bukan kuantitas semata. "Jangan melihat ini banyak duit, ini banyak ini, jangan. Kita lihat track record nya apa, pengalamannya bagaimana. Kita ini butuh orang untuk mendampingi Fachrori yang mampu agar bisa menyelesaikan permasalahan Jambi ini," ujar Yusuf.

Saat ini, Yusuf menegaskan pihaknya masih menunggu. Namun jika sampai batas akhir tidak ada juga komunikasi lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengajukan calon juga ke DPRD.


Penulis: Sahrial
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments