Sabtu, 20 Juli 2019

Penyelundupan 113 Ribu Benih Lobster ke Singapura Digagalkan


Rabu, 03 Juli 2019 | 15:09:54 WIB


Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian saat mengekspos penangkapan 113 ribu benih lobster yang akan diselundupkan ke Singapura
Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian saat mengekspos penangkapan 113 ribu benih lobster yang akan diselundupkan ke Singapura / metrojambi.com

JAMBI – Penyelundupan sebanyak 113 ribu benih lobster ke Singapura berhasil digagalkan petugas kepolisian dari Direktorat Tidak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, dibantu Polresta Jambi dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi. Enam orang pelaku juga berhasil diamankan.

Adapun pelaku yang diamankan yakni MTC (44) dan HS (52), warga Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kemudian GS (50), DR (38), JP (36), dan DP (31), yang merupakan warga Bengkulu. Penangkapan dilakukan di Jalan Pattimura, Simpang Rimbo, Kota Jambi, Selasa (2/7/2019) malam sekira pukul 23.30 WIB.

Informasi yang berhasil dirangkum, MTC merupakan pemilik barang bukti benih lobster yang diamankan. Sedangkan HS merupakan pendamping atau orang kepercayaan MTC.

Adapun GS merupakan sopir mobil yang dirental MTC. Sementara itu DR, JP, dan DP, merupakan sopir mobil yang mengangkut benih lobster ketika diamankan pihak kepolisian.

Benih lobster yang diamankan dibawa dari Bengkulu dengan tujuan Batam. Nantinya, untuk pemasaran merupakan urusan MTC yang memiliki jaringan keluar negeri.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian kepada wartawan mengatakan pihaknya hanya membantu proses penangkapan. Kasus ini sendiri, kata Dover, ditangani oleh Direktorat Tipidter Bareskrim Polri.

"Untuk modusnya masih dalam tahap pengembangan, Nanti para tersangka akan dikirim ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan," kata Dover.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.

“Ancaman hukumannya paling lama 6 tahun penjara, dan denda paling banyak 1,5 miliar,” pungkasnya.


Penulis: Cr1
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments