Sabtu, 20 Juli 2019

WNA China Penyelundup Baby Lobster Dituntut 4 Tahun Penjara


Kamis, 04 Juli 2019 | 21:19:14 WIB


Para terdakwa penyelundupan baby lobster saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jambi
Para terdakwa penyelundupan baby lobster saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jambi / metrojambi.com

JAMBI - Kong Huiping, Warga Negara Asing (WNA) asal China yang jadi terdakwa penyelundupan baby lobster bernilai miliaran rupiah, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi dengan pidana penjara selama 4 tahun. Selain hukuman penjara, terdakwa juga dituntut membayar denda senilai Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, kemarin. Dalam surat tuntutannya, JPU Rendy mengatakan, Kong Huiping telah terbukti melakukan tindak pidana penyelundupan baby lobster yang merupakan hewan yang di lindungi.

"Kami meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhi hukuman sebagaimana tuntutan jaksa kepada terdakwa yakni 4 tahun penjara," katanya.

Selain WNA asal china itu,  terdapat lima terdakwa Warga Negara Indonesia (WNI) yang juga turut di tuntut jaksa Luchy Herman selama 2,5-3 tahun penjara. Namun mereka juga dikenakan tuntutan denda yang sama  yakni Rp 1 miliar  subsider 2 bulan kurungan.

“Sedangkan, Zainuri, Purnama Andika Putra, dan  Antoni masing-masing di tuntut  2,5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ramlan  dituntut 3 tahun penjara dan  denda Rp 1 m subsider 2 bulan kurungan dan terakhir, Sabirin di tuntut 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar  subsider  2 bulan kurungan.

"Tuntutan yang di jatuhkan kepada terdakwa di kurungan masa tahan yang telah di jalani selama ini," ungkapnya.

Para terdakwa tersebut di tuntut berdasarkan pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) Jo pasal 100 Jo Pasal  7 ayat (2) Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 Jo pasal 55, 56 KUHPidana.

Untuk diketahui sebelumnya, Selasa (14/5/2019) lalu, aparat kepolisian bersama tim telah menangkap sejumlah orang yakni Lucy warga Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rogan Hilir, Riau. Herman warga Apartemen City Park, Jakarta Barat. Zainuri Warga Petajen, Kabupaten Batanghari.

Kemudian, Purnama Andika Putra, Warga Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Lalu Ansori Warga Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Dalam penangkapan kali ini tim gabungan mengamankan barang bukti lobster sebanyak 81 ribu ekor jenis pasir yang siap di selundupkan ke Singapura melalui perairan Tanjung Jabung Timur, Jambi. Kerugian negara yang bisa selamatkan sebesar Rp 12 miliar lebih.

Keenam tersangka tersebut terancam hukuman 6 tahun penjara dan  denda Rp 1,5 miliar. "Kita sangkakan dengan pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) Jo pasal 100 Jo Pasal  7 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor 45 tahun 2009 Jo pasal 55, 56 KUHPidana.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments