Sabtu, 20 Juli 2019

Illegal Drilling Kembali Marak di Sarolangun


Kamis, 04 Juli 2019 | 21:37:13 WIB


Salah satu lokasi illegal drilling yang ditemukan di Sarolangun beberapa waktu lalu
Salah satu lokasi illegal drilling yang ditemukan di Sarolangun beberapa waktu lalu / dok.metrojambi.com

SAROLANGUN - Aktivitas illegal drilling di kawasan Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun yang sudah sempat diberantas, kini marak kembali. Hal ini dibenarkan Pj Kades Desa Lubuk Napal, Harmawati, Kamis (4/7/2019).

Ia menyebut, kini ada puluhan sumur minyak ilegal yang sudah melakukan pengeboran di atas lahan seluas lebih kurang sepuluh hektare. “Lokasinya memang masuk Desa Lubuk Napal, ada puluhan sumur minyak yang sudah dilakukan pengeboran,” katanya.

Hermawati menjelaskan, dari pantauan Pemerintah Desa Lubuk Napal di lokasi, para pelaku merupakan masyarakat setempat dan sebagian berasal dari daerah luar.

“Dulu sudah pernah ditutup. Untuk lahan yang digarap merupakan lahan milik pribadi, namun mereka (pelaku) sistemnya bagi hasil dengan pengebor sumur,” ungkapnya.

Terkait dengan persoalan ini, pihaknya telah menyampaikan kepada Pemda dan instansi terkait agar ditindaklanjuti. “Kita tidak memberikan izin dan tidak tahu kalau terjadi pengeboran minyak dan ini jelas ilegal,” ujarnya.

Terpisah, Asisten II Setda Sarolangun, Dedi Hendri tak menampik adanya aktivitas illegal drilling di Desa Lubuk Napal. Kata Dedi, saat ini Pemda sedang melakukan penyusunan rencana untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Terkait illegal drilling tersebut, yang jelas saat ini kita sedang menyusun solusi dan langkah-langkah yang akan kita ambil untuk menyelesaikan kasus ini,” terangnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sarolangun, Hilallatil Badri mengatakan, selain persoalan PETI, illegal drilling juga menjadi perhatian Pemkab Sarolangun. “Kita akan tindak tegas sesuai prosedur yang ada. Apalagi ini pengeboran minyak sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan,” tegas Hilal.

Sebelumnya, kawasan di Desa Lubuk Napal Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun memang marak ilegal drilling. Namun, aktivitas itu sudah sempat diberantas oleh aparat, pertamina serta pemerintah setempat. Bahkan, di lokasi ini sudah dimulai pengeboran minyak resmi oleh satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Techwin Energy South Betung Ltd.

Lokasi ini merupakan sumur yang memiliki nilai sejarah, dimana pada tahun-tahun sebelumnya di sekitar sumur Pauman 1 begitu banyak illegal drilling yang dilakukan oleh masyarakat yang dinikmati hanya oleh sekelompok masyarakat tertentu saja. Setidaknya, ada 110 sumur illegal yang sudah ditutup di lokasi itu. Namun kini, di desa itu kembali marak aktivitas sumur ilegal.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments