Senin, 14 Oktober 2019

Warga Rusak Peralatan PETI di Hutan Adat Desa Guguk, Alat Berat Berhasil Kabur


Minggu, 07 Juli 2019 | 21:04:34 WIB


Lokasi PETI di kawasan hutan adat Desa Guguk, Kecamatan Renah Pamberap, Kabupaten Merangin
Lokasi PETI di kawasan hutan adat Desa Guguk, Kecamatan Renah Pamberap, Kabupaten Merangin / metrojambi.com

BANGKO – Informasi mengenai adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan hutan adat Desa Guguk, Kecamatan Renah Pamberap, Kabupaten Merangin ternyata memang benar adanya. Ini setelah dilakukan pengecekan oleh warga bersama pemerintah desa, Babinsa, dan Kehutanan.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, dari hasil pengecekan ditemukan dua unit asbox untuk mengayak emas. Oleh warga, asbox tersebut dirobohkan dan dirusak agar tidak bisa digunakan lagi.

Kepala Desa Guguk Muhammad Hijazi saat dikonfirmasi mengatakan, diduga ada enam unit alat berat yang digunakan untuk aktivitas PETI di kawasan hutan adat Desa Guguk. Namun saat dilakukan pengecekan, alat berat tersebut sudah dibawa kabur oleh pelaku PETI.

"Satu alat berat bekerja dalam hutan adat, lima lainnya bekerja di sungai di tepi hutan adat," ujar Hijazi kepada metrojambi.com.

“Lokasi PETI sekitar satu jam perjalanan dari desa dengan menggunakan ketek,” kata Hijazi menambahkan.

Hijazi berharap pada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bisa melakukan pencegahan atas kerusakan hutan adat di desa guguk, dan memberikan tindakan tegas untuk pelaku.

Meski tidak menyebutkan jumlah kerusakan hutan adat, namun Hijazi mengatakan hutan adat memang sudah digarap untuk PETI. “Kita berharap segera ada tindakan dari pihak berwenang,” pungkasnya.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments