Kamis, 24 Oktober 2019

Giliran Konsultan Pengawas Pembangunan Kompleks Perkantoran Bukit Tengah Diperiksa


Selasa, 09 Juli 2019 | 11:04:38 WIB


Kompleks perkantoran Bukit Tengah, Kabupaten Kerinci
Kompleks perkantoran Bukit Tengah, Kabupaten Kerinci / Dok.metrojambi.com

JAMBI - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi kembali akan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan korupsi pada pembangunan kompleks perkantoran Bukit Tengah, Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci.

Sebelumnya, penyidik memeriksa dua orang kontraktor pekerjaan tahap pertama, Salman Alfarisi dari PT Air Panas Semurup dan Zubir Dahlan dari PT Rangga Utama, serta dua orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kali ini, tim penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap konsultan pengawas untuk mencocokkan temuan dari tim ahli tanah yang telah dihadirkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Lexy Paratani. “Tim penyidik meminta data dan memperdalam keterangan konsultan pengawas, hal ini dilakukan untuk menguraikan keterangan dari ahli teknis," kata Lexy, Selasa (9/7/2019).

Dijelaskannya, pemeriksaan itu dilakukan selama dua hari, mulai Senin (8/7/2019) kemarin hingga hari ini, Selasa (9/7/2019). "Pemeriksaan selama dua hari, Terkait berapa dan siapa saja kita belum dapat info lanjutan," tandasnya.

Untuk diketahui, pada awal tahun 2019 lalu tim ahli tanah yang dihadirkan oleh KPK dari IPB diturunkan ke Kerinci. Selain itu tim ahli dari Jambi sendiri juga diturunkan untuk menghitung kerugian yang terjadi di pembangunan kompleks perkantoran itu.

Sebelumnya pihak Kejati Jambi saat melakukan pers rilis akhir tahun mengatakan, jika pihaknya telah mengantongi nama-nama untuk dijadikan tersangka kasus kompleks perkantoran tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.

Diketahui pembangunan kompleks perkantoran tersebut menelan dana Rp 57 miliar yang di anggarkan pada tahun 2010 hingga 2014 dari APBD Kabupaten Kerinci. Kasus tersebut mencuat sejak tahun 2015 lalu dan saat ini sedang ditangani oleh pihak Kejati.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments