Senin, 3 Agustus 2020

Lokasi Tak Steril, RTH Rimbo Bujang Batal Dibangun


Rabu, 10 Juli 2019 | 21:32:17 WIB


Bangunan milik masyarakat yang masih berdiri di lokasi pembangunan RTH Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo
Bangunan milik masyarakat yang masih berdiri di lokasi pembangunan RTH Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo / metrojambi.com

MUARATEBO - Kementerian PUPR dikabarkan batal menggelontorkan anggaran untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo di 2019 ini.

Informasinya, batalnya proyek RTH yang terletak di Kelurahan Wirotho Agung tersebut dikarenakan lokasi yang seharusnya sudah harus steril, masih terdapat rumah penduduk serta kantor pos. Hal tersebut dibenarkan Camat Rimbo Bujang, melalui Sekcam, Tuslam.

"Iya, RTH batal dibangun tahun ini. Ini sudah disampaikan bapak bupati di salah satu acara. Persoalannya lokasi RTH harus steril dulu," ungkap Tuslam, Rabu (10/7/2019).

Hal senada diungkapkan Lurah Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Siti Fatimah. Dirinya mengungkapkan lokasi Ruang Terbuka Hijau telah di survei oleh pihak kementerian. Dari hasil survei lokasi tersebut memang masih terdapat pemukiman warga.

"Kendalanya memang lokasi RTH tersebut belum steril," kata Siti Fatimah.

Dikatakannya lagi, hal tersebut juga telah dirapatkan dengan tokoh-tokoh masyarakat Kelurahan Wirotho Agung dan dalam waktu dekat juga akan dirapatkan kembali bersama-sama unsur Muspida.

"Sudah kami musyawarahkan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan dalam waktu dekat juga akan diadakan rapat lagi guna menyosialisasikan rencana RTH kepada masyarakat," terangnya.

Saat ditanya terkait adanya informasi jika lokasi bakal dijadikan Ruang Terbuka Hijau yang telah puluhan tahun di kuasi warga dan telah memiliki sertifikat kepemilikan? lurah tidak menampik hal tersebut dan menyerahkan semuanya ke pemerintah daerah untuk penyelesaiannya.

"Informasinya memang sudah ada yang telah disertifikatkan, tentunya masalah tersebut pemerintah daerah yang bisa menyelesaikannya," tukasnya.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments