Senin, 23 September 2019

Keberangkatan Dipercepat Sehari, Dinkes Imbau CJH Jaga Kesehatan


Rabu, 10 Juli 2019 | 13:08:37 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Dok.metrojambi.com

JAMBI - Jadwal keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Provinsi Jambi dipercepat satu hari dari yang semula dijadwalkan. Dimana sebelumnya pada 25 Juli 2019 CJH mulai masuk asrama haji, namun berdasarkan keputusan Kementerian Agama, pada 25 Juli tersebut CJH sudah berangkat. Artinya tanggal 24 Juli CJH sudah mulai masuk asrama haji.

Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi M Thoif mengatakan, ini sudah berdasarkan peraturan dari pusat. Jadi, kloter pertama yang merupakan CJH asal Kota Jambi mulai masuk asrama tanggal 24 Juli. Dijadwalkan, 450 CJH termasuk TPHD dan petugas kloter mulai masuk asrama pukul 09.00 WIB.

"Memang dimajukan, itu sudah dari pusat yang menentukan," tuturnya, Rabu (10/7/2019).

Dijelaskan Thoif bahwa nantinya selama sehari para CJH akan dibekali, kemudian diberikan gelang, living cost dan persiapan akhir. Sementara untuk proses biometrik tidak lagi dilaksanakan di Asrama Haji seperti tahu lalu, melainkan telah dilaksanakan di Pijoan beberapa waktu lalu.

"Ini juga bisa menghemat waktu kegiatan di asrama haji, sehingga CJH bisa punya waktu untuk istirahat sebelum berangkat," katanya.

Selanjutnya secara berturut-turut selama delapan hari sesuai dengan jumlah kloter CJH jambi, para CJH dari kabupaten lain juga menyusul masuk asrama, yakni kloter kedua setelah Kota Jambi adalah gabungan CJH dari Kota Jambi, Batanghari, dan Tanjab Barat.

Kloter ketiga merupakan CJH dari Tanjab Barat dan Bungo. Dilanjutkan kloter keempat dari Bungo dan Merangin. Kloter kelima terdiri dari CJH Merangin dan Kerinci.

Kemudian kloter keenam merupakan CJH dari Kerinci, Muaro Jambi, dan Tebo. Kloter tujuh adalah CJH dari Tebo, Sarolangun, dan Tanjab Timur.

Sementara kloter terakhir berasal dari Sungai Penuh. "Kloter kedelapan ini, nanti bergabung dengan provinsi lain, kalau tidak salah Kepri. Nanti bertemu di Bandara Hang Nadim Batam," terangnya.

Thoif mengatakan, CJH yang tiba di asrama, akan diberangkatkan ke Batam pada pukul 4.00 WIB. Kemudian transit di Batam untuk selanjutnya diterbangkan ke Jeddah sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kan minimal empat jam sebelum keberangkatan, sudah barada di bandara Batam," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi imbau para jamaah untuk jaga kesehatan. Sebab, CJH yang sedang mengidap penyakit tertentu tidak akan diperkenankan berangkat ke Tanah Suci meskipun sudah masuk Asrama Haji.

"Sebab kalau dia tidak sehat, atau sedang hamil, pasti mereka tidak diperkenankan untuk berangkat. Sebab jika sedang hamil tidak bisa difaksin, kalau difaksin dikhawatirkan anaknya akan cacat," ujar Samsiran Halim, Kepala Dinkes Provinsi Jambi saat dikonfirmasi.

Namun, lanjut Samsiran, para CJH tetap harus menjaga kesehatan jelang keberangkatan. Sebab pada saat pemberangkatan para jamaah CJH akan tetap menjalani pemerikasaan terakhir dari pihak karantina dan embarkasi di Asrama haji.

CJH yang ditemukan sedang mengidap penyakit tertuntu tidak akan diizinkan untuk berangkat ke Tanah Suci. Jenis penyakit yang dimaksud seperti cacar air atau penyakit yang sangat menular lainya. Karena dikhawatirkan akan menularkan kepada jamaah lain.

"Kalau penyakit seperti hipertensi, kencing manis biasa yang bisa minum obat tetap bisa diizinkan berangkat," sebut Samsiran.

Untuk pemberian Faksin kepada CJH Provinsi Jambi sendiri, menurutnya, semuanya sudah diberikan faksin oleh Dinkes Kabupaten/kota. "Saat tiba di Tanah Suci para Jamaah diimbau untuk memperbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup, sebab suhu udara di Saudi Arabia berbeda," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments