Minggu, 22 September 2019

Sempat Terdengar Ledakan Dari Gudang Minyak yang Terbakar, Pemilik Melarikan Diri


Rabu, 10 Juli 2019 | 22:39:52 WIB


Terlihat kobaran api dan kepulan asap dari gudang minyak yang terbakar di kawasan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi
Terlihat kobaran api dan kepulan asap dari gudang minyak yang terbakar di kawasan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi / metrojambi.com

JAMBI – Suara ledakan terdengar dari kawasan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, sekira pukul 11.00 WIB, Rabu (10/7/2019). Sebuah bangunan tiba-tiba mengeluarkan asap dan api yang membumbung tinggi hingga mencapai 10 meter lebih.

Sontak saja suara dentuman keras yang terjadi di lokasi ini membuat warga setempat kaget dan berhamburan keluar. Setelah diselidiki, rupanya ledakan itu bersumber dari lokasi penimbunan minyak di kawasan tersebut.  

Informasi yang dirangkum Metro Jambi, dalam kejadian ini ada ribuan liter minyak yang musnah terbakar. Minyak itu diduga milik PT Putra Gajah Mada Perkasa (PGMP). Ini diketahui dari kendaraan tangki minyak yang ikut terbakar di kawasan itu.

Yesi, warga setempat menuturkan, gudang minyak itu diduga milik BN. Gudang ini menurutnya, sudah beroperasi selama lebih kurang satu tahun. Yesi yang juga pemilik gudang plastik yang berada persis di samping gudang minyak itu menambahkan, BN sudah lama mengoperasikan bisnis minyak yang diduga ilegal itu. Menurutnya, BN menyewa tempat itu yang merupakan milik orangtuanya.

Ia mengaku, pernah memperingatkan agar pelaku tidak lagi melakukan penyimpanan minyak di lokasi itu. "Saya sempat protes, tapi bagaimana lagi, dia hubungannya sama orangtua saya," sebutnya.

Bahkan kata Yesi, sebenarnya pihak kelurahan pernah memperingatkan BN untuk tidak melakukan operasi gudang minyak di tempat tersebut. Namun peringatan itu tidak diindahkan. "Sudah di ingatkan pemiliknya itu, tapi masih saja operasi," sebutnya.

Sementara itu, sumber lain yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, jika gudang itu merupakan gudang bongkar muat minyak non subsidi dan minyak ilegal. "Kalau yang saya dapat info, minyak dari mobil subsidi itu di keluarkan dua drum, terus di campur dengan minyak ilegal dua drum, jadi seperti di oplos gitu," sebutnya.

Sumber itu menyebutkan, proses bongkar muat itu dilakukan hampir setiap hari di lokasi yang dekat dengan tempat padat penduduk tersebut. "Kalau dari pemukiman warga, bisa dilihat sendiri dekat banget," tandasnya.

Terpisah Kabid Operasional Damkar, Rinno mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran itu, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kalau penyebab masih kita cari," katanya.

Ditegaskannya, gudang yang terbakar itu merupakan  gudang minyak yang terdiri dari 45 drum, dua unit tangki ukuran 5000 liter dan 6 genset. "Apinya sangat besar, ini karena minyaknya masih ada. Itu yang membuat kita sulit melakukan pemadaman," sebutnya lagi.

Rinno mengatakan, saat kebakaran terjadi, ketinggian api mencapai 10 meter lebih yang mengakibatkan asap hitam. "Setinggi gedung itu, pohon kelapa saja habis daunnya," ujarnya.

Dia menyebutkan, saat kejadian itu pemilik langsung kabur ke area rawa yang berada tidak jauh dari lokasi. "Kabur ke sana (rawa ,red)," ungkapnya, di lokasi kejadian.

Rino menegaskan, sempat terjadi ledakan beberapa kali saat kebakaran itu terjadi. "Ledakan ada beberapa kali terjadi, karena drum itu berisi minyak dan panas kena api," sebutnya.

Barang bukti yang ada tersebut saat ini masih di dalam lokasi. Nantinya, sebut Rinno, akan di jadikan barang bukti oleh polisi. "Kalau itu kewenangan polisi," tandasnya.


Penulis: Novry
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments