Rabu, 18 September 2019

Sejumlah Orang Terluka, Ini Penyebab Bentrokan Warga di Sengkati Baru


Kamis, 11 Juli 2019 | 09:21:44 WIB


Terlihat sejumlah warga Ssngkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari tengah berkumpul. Ada yang membawa senjata api jenis kecepek
Terlihat sejumlah warga Ssngkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari tengah berkumpul. Ada yang membawa senjata api jenis kecepek / Metrojambi.com

MUARABULIAN - Warga Desa Sengkati Baru yang bernaung dibawah lima koperasi yang bekerja sama dengan PT Wira Karya Sakti (WKS) bentrok dengan kelompok Muslim CS, yakni kelompok Serikat Mandiri Batanghari yang sempat menduduki lahan PT WKS di distrik VIII.

Akibat bentrok tersebut, tiga orang mengalami luka-luka dan dua unit truk rusak berat. Kejadian itu berawal dengan adanya kegiatan perbaikan jalan Eks Indotani Lama di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari oleh pihak koperasi.

"Kami memperbaiki jalan sekitar jam 10.00 WIB tadi (Rabu red)," kata Sopyan, pengawas lima koperasi yang bermitra dengan PT WKS saat dijumpai di Mako Polsek Mersam, Rabu (10/7/2019) malam.

Jumlah anggota koperasi saat itu sekitar 150 orang yang memang tengah memperbaiki jalan eks Indotani Lama untuk persiapan pemanenan hasil Hutan Produksi (Pohon Akasia) di pimpin oleh Kades Sengkati Baru Kecamatan Mersam, Hendriyanto.

"Kami memperbaiki jalan itu untuk persiapan panen kayu, setelah itu kami beristirahat. Sambil menunggu tim lain yang akan ikut turun, untuk mendampingi pihak koperasi," jelasnya.

Kata Sopyan, pihaknya bernanung pada lima koperasi yang telah bekerja sama dengan pihak PT WKS dan telah mendapat izin IUP HHK HTR lahan seluas 3.140 hektare.

Setelah itu, sekira pukul 15.00 Wib, kelompok koperasi berkumpul di depan Masjid Baitul Mustakim, di RT. 09 Desa Belanti Jaya Kecamatan Mersam. Kemudian kelompok Muslim cs yang berjumlah 170 orang, datang dan menyerbu anggota koperasi tersebut.

"Kami sudah bermitra dengan WKS untuk memanen kayu itu. Sudah ada kesepakatan kami akan memperbaiki jalan itu. Belum sampai ke lokasi kami telah dihadang oleh Muslim cs," bebernya.

Saat itu, Kades Sengkati Baru, Hendriyanto sempat berupaya melakukan negosiasi dengan kelompok Muslim CS. Akan tetapi, upaya itu tidak membuahkan hasil dan terjadilah adu mulut antara Muslim dan Kades Sengkati Baru.

“Dan terjadilah gejolak di sana, yang akhirnya mengakibatkan bentrok dan ada korban luka. Salah satunya Kades Sengkati Baru," imbuhnya.

Kata Sopyan, saat itu kelompok Muslim juga menggunakan senjata tajam, kecepek dan bambu runcing. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Sementara Kapolsek Mersam, IPTU Heri membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, bentrok itu dipicu selisih paham yang berujung pemukulan, sehingga ada korban luka- luka. Kejadian itu terjadi sekira pukul 15.00 Wib di depan Masjid di RT.09 Desa Belanti Jaya, Mersam.

"Perselisihan itu berujung pemukulan terhadap tiga orang warga. Semua korban luka berasal dari warga Desa Sengkati Baru yang bernaung di bawah binaan koperasi. Saat mereka beristirahat di Desa Belanti Jaya datanglah kelompok SMB sekitar 170 orang yang berakhir pengusiran terhadap anggota koperasi," ujarnya.

Iptu Heri juga membenarkan salah satu korban dari pemukulan oleh Kelompok Muslim merupakan Kades Sengkati Baru. "Ada tiga orang, dan ketiga korban tersebut telah membuat laporan di Polres Batanghari. Saat ini situasi sudah kondusif," sebutnya, kemarin sore.

Ketiga korban yang dimaksud adalah Bahrun, Mudar dan Kades Sengkati Baru, Hendriyanto. "Sementara pelaku saat ini masih dalam identifikasi," pungkasnya.


Penulis: Chy
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments