Rabu, 21 Agustus 2019

Al Haris: Waspada Alquran Palsu di HP Android


Kamis, 11 Juli 2019 | 14:15:53 WIB


Bupati Merangin H Al Haris memukul Gong tanda dibukanya MTQ ke-3 tingkat Kecamatan Renah Pamenang
Bupati Merangin H Al Haris memukul Gong tanda dibukanya MTQ ke-3 tingkat Kecamatan Renah Pamenang / Andi Kurniawan

BANGKO - Bupati Merangin H. Al Haris, didampingi Ketua TP PKK Merangin Hj. Hesti Haris, Rabu (10/7/ 2019) malam, membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Renah Pamenang di pelataran Pendopo Desa Bukit Bungkul.

Ada sembilan cabang lomba yang digelar pada MTQ kali ketiga tersebut, yaitu cabang Tilawah, Tahfidz, Tafsir, Fahmil Al Quran, Syahril Alquran, Khath Alquran, M2IQ (Musabaqah Makalah Alimiyah Alquran), Marhaban, dan Rebana.

Acara juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama H Marwan, Asisten I Setda Merangin Abdul Gani dan para camat di wilayah Pamenang itu, diikuti sebanyak 172 orang Qori dan Qoriah.

Sebanyak 172 orang Qori dan Qoriah tersebut berasal dari empat desa di Kecamatan Renah Pemenang, Desa Bukit Bungkul sebanyak 44 orang, Lantak Seribu 17 orang, Meranti sebanyak 60 orang dan Desa Rasau sebanyak 51 orang.

"Disamping sebagai syiar Islam, MTQ juga sebagai media kita untuk membuka dan membaca Alquran. Kita ingatkan hati kita kalau Alquran merupakan tuntunan hidup, untuk itu sering-seringlah membaca Alquran,"ujar Bupati.

Dalam membaca Alquran sekarang ini lanjut bupati, banyak masyarakat yang cenderung ingin instan, lewat handphone android. Hal itu perlu diwaspadai, karena tidak menutup kemungkinan Alquran di handphone android itu bisa diselewengkan.

Mungkin jelas bupati, ada bacaan Alquran pada handphone android yang diubah, untuk tujuan tertentu. Mungkin juga Alquran di handphone android itu ada yang palsu, sehingga bisa menyesatkan.

Untuk itu bupati minta bacalah Alquran secara manual, dengan kitab Alquran cetakan, sehingga kalaupun ada ayat yang diselewengkan bisa cepat diketahui dari Alquran cetakan tersebut.

"Sebanyak 67 persen anak dan remaja Indonesia merupakan pengguna handphone android. Jika benar ada ayat-ayat Alquran yang diselewengkan di handphone android, jelas akan sangat berbahaya,’’ terang Bupati.

Di Amerika Serikat saja jelas bupati, anak-anak usia sekolah tidak diperbolehkan lagi sebagai pengguna handphone android, sebab sangat banyak pengaruh-pengaruh buruk yang bisa mengganggu perkembangan polapikir anak.

Terkait hal itu, Bupati melarang anak usia sekolah di Kabupaten Merangin menggunakan handphone android. Hal ini mengingat berbagai kejadian negatif akhir-akhir ini di Merangin bersumber dari handphone androis.

"Ada anak gadis di bawah umur dibawa kabur kekasihnya yang baru dikenal lewat facebook. Sikap anak pengguna handphone android cenderung tak acuh dengan lingkungannya dan berbagai kejadian negatif lainnya," pungkasnya.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments