Senin, 14 Oktober 2019

Dishub Rencanakan Penambahan Frekuensi Transportasi Laut Tungkal-Batam


Kamis, 11 Juli 2019 | 20:57:09 WIB


Aktivitas di Pelabuhan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Aktivitas di Pelabuhan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat / dok.metrojambi.com

JAMBI - Alternatif transportasi melalui laut cukup menjanjikan di rute Tungkal-Batam. Hal ini disebutkan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi melihat aktivitas pada lebaran Juni lalu.

Setidaknya dua kapal yang dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan dan swasta selalu penuh. Tetapi frekuensinya hanya sekali seminggu saja.

Kepala Dishub Provinsi Jambi Varial Adhi Putra merencanakan penambahan frekuensi menjadi dua kali seminggu.

"Ini melihat animo yang sangat tinggi dari masyarakat, dan peluang bagi Jambi karena merupakan akses terdekat Batam," sampainya.

Hal ini, kata dia, seperti akses menuju Palembang, Lampung dan Padang jarak terdekatnya adalah Jambi.

"Ini menjadi peluang tersendiri, karena jika ingin keluar Batam harus menyeberang dulu," katanya.

Untuk kapal roro ini, Varial mengatakan setidaknya membutuhkan waktu 14 jam. Karena jarak yang lumayan jauh ditambah dengan kapal roro yang berkecepatan rendah yakni 8 sampai 10 knot.

"Ke depan kan bisa hari Senin berangkat Selasa tiba, Kamis balik lagi ke Tungkal, dan Jumat balik lagi ke Batam," sebutnya.

Sedangkan kapal yang digunakan, kata Varial merupakan milik Kemenhub dan satu lainnya milik swasta hasil kerja sama Pemkab.

"Ke depan jika kapalnya yang ditambah belumlah, tapi frekuensinya saja yang ditambah," katanya.

Selebihnya Varial juga menyebut peluang ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat Jambi. Seperti mengirimkan sayuran dan buah-buahan. "Seharusnya bisa dimanfaatkan karena kita akses terdekatnya," paparnya.

Selain itu untuk aktivitas selama lebaran kemarin  ada 50an mobil plat Batam yang masuk ke Jambi.

"Ini menandakan banyak yang ingin libur dengan menggunakan mobil, tanda kebutuhan transportasi kapal mulai tinggi di Jambi," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments