Kamis, 24 Oktober 2019

Warga China Penyelundup Baby Lobster Divonis Lebih Rendah Dari Tuntutan Jaksa


Kamis, 11 Juli 2019 | 21:27:50 WIB


Terdakwa kasus penyelundupan baby lobster saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jambi
Terdakwa kasus penyelundupan baby lobster saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jambi / dok.metrojambi.com

JAMBI - Kong Huiping, Warga Negara Asing (WNA) asal China yang jadi terdakwa kasus tindak pidana penyelundupan baby lobster bernilai miliaran rupiah, divonis lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi.

Kong Huiping divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jambi dengan pidana penjara hanya 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan, serta denda Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

“Menghukum terdakwa dengan pidana selama 1 tahun 3 bulan dan denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apa bila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” ucap Yandri Roni, hakim ketua membacakan putusan dalam sidang putusan, Kamis (11/7/2019).

Sementara itu terdakwa lainnya yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), yakni Luchy, alias Hong Cai, Ramlan Sapta Utomo, Herman, dari Jakarta Barat, serta Zainuri, Purnama Andika Putra, warga Jambi, bersama Sobirin dan Ansori, divonis masing-masing dengan pidana 1 tahun, denda Rp1 miliar, subsidair 1 bulan kurungan.

Dalam persidangan sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa Kong Huiping dengan pidana penjara selama 4 tahun. Selain hukuman penjara, dia juga dituntut membayar denda senilai Rp1 miliar subsider 2 bulan kurungan.

Adapun Luchy dan Herman dituntut pidana 2,5 tahun penjara, serta denda Rp 1 miliar subsidair 2 bulan kurungan. Sedangkan Zainuri, Purnama Andika Putra, dan  Antoni masing-masing di tuntut 2,5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 2 bulan kurungan.

Sementara itu, Ramlan dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan. Terakhir, Sobirin dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan.

Para terdakwa tersebut dituntut berdasarkan pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) Jo pasal 100 Jo Pasal  7 ayat (2) Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 Jo pasal 55, 56 KUHPidana. Terhadap putusan hakim ini, jaksa masih pikir-pikir.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments