Sabtu, 20 Juli 2019

Pengelola Parkir Unja Akui Belum Bayar Kontribusi


Jumat, 12 Juli 2019 | 11:30:08 WIB


/ istimewa

SENGETI - PT. Lima Anak Bangsa (LAB) selaku pihak pengelola parkir di kampus Universitas Jambi, Mendalo, mengaku belum memenuhi kewajiban kepada pihak Universitas Jambi. Kewajiban yang belum dipenuhi itu berupa pemberian kontribusi tahap kedua.

" Itu memang benar, sampai hari ini kontribusi tahap kedua belum dibayarkan. Tapi, sudah masuk dalam tahapan," kata Site Menejer PT. LAB, Ari Priadi.

Ari mengatakan dalam perjanjian kerja sama memang pihak PT. LAB memiliki kewajiban memberikan kontribusi kepada Universitas Jambi sebesar Rp 5 Miliar. Pembayaran kontribusi itu di dalam surat perjanjian dilakukan lima tahap.

Pada tahap I dibayar sebesar Rp800 juta, tahap ke II sebesar Rp 900 juta, tahap ke III sebesar Rp 1 miliar, kemudian tahap ke IV sebesar Rp 1,1 milliar dan tahap yang terakhir sebesar Rp 1,2 miliar.

"Kontribusi tahap pertama sudah kita penuhi, tahapan yang kedua belum," ujarnya.

Ari membenarkan bahwa pihak Unja sudah tiga melayangkan surat kepada PT. LAB guna mempertanyakan pembayaran kontribusi tahap kedua. Surat itu dari Unja itu secara keseluruhan telah diserahkan kepada menejemen pusat.

"Sudah saya serahkan ke menejemen pusat, itu ranah mereka," sebut Ari.

Ari menegaskan bahwa pembayaran kontribusi sedang dalam tahapan proses. Jika dalam waktu dekat ini belum bisa dibayarkan, masih ada proses berupa musyawarah untuk mencari solusi terbaik diantara kedua belah pihak.

"Yang jelas masih tahapan proses, kalau tidak bisa segera, masih bisa dimusyawarahkan nantinya," ujarnya.

Ari secara terus terang mengakui bahwa pengelolaan parkir di Kampus Unja tidak berjalan mulus. Pihaknya mendapati banyak kendala sehingga sampai saat ini belum bisa menerapkan kontrak tarif yang disepakati.

" Kontrak tarif sampai hari ini belum bisa diberlakukan. Itu salah satu kendala yang kita hadapi," katanya.

Kontrak tarif yang disepakati berupaya biaya parkir untuk sepeda motor maksimal Rp3000 dan untuk mobil maksimal Rp5000. " Tarif yang berlaku saat ini masih 1.000 untuk sepeda motor, dan 2.000 untuk mobil. Itu sehari penuh," terang Ari.

Sementara dalam kontrak yang disepakati bahwa terhadap sepeda motor dikenakan tarif 1.000 untuk satu jam pertama, kemudian naik 1.000 untuk tiga jam kemudian dan naik sebesar 1.000 untuk sehari penuh.

"Demikian juga terhadap mobil. Tarifnya naik dengan pola 2.000 untuk satu jam pertama, kemudian naik lagi hingga maksimal 5.000 untuk sehari penuh," jelas Ari.

Kendala lain yang dihadapi di lapangan berupa adanya parkir lain di dalam Kampus Unja Mendalo. Parkir itu dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mahasiswa FKIP sama sekali tidak mau membayar parkir kepada PT. LAB.

"Jumlah mahasiswa FKIP itu lebih dari tiga ribuan, mereka semua diberi kartu dan tidak mau bayar ke kita. Padahal, mereka memakai fasilitas kita, " kata Ari.

Ari Priadi sendiri tidak bersedia membeberkan penghasil O-Parking untuk setiap harinya. Beliau beralasan bahwa penghasilan itu merupakan rahasia perusahaan.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments