Kamis, 24 Oktober 2019

Pengelola Parkir Unja Belum Setor Kontribusi Sebesar Rp 900 Juta


Jumat, 12 Juli 2019 | 11:35:10 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SENGETI - Karut marut pengelolaan parkir di Kampus Universitas Jambi (Unja), Mendalo, kembali menggelinding. PT. Lima Anak Bangsa (LAB) selaku pihak pengelola O-Parking di kampus orange itu tidak kunjung menyetor uang kontribusi kepada Unja.

Humas Universitas Jambi Akbar Kurnia mengatakan bahwa dalam perjanjian kerjasama, pengelolaan parkir terdapat poin kewajiban yang dibebankan kepada PT. LAB. Kewajiban itu berupa pemberian uang kontribusi kepada Universitas Jambi.

"Kontribusi tahap pertama sudah diserahkan sebesar 800 juta. Nah, kontribusi yang tahap kedua belum diserahkan hingga saat ini," kata Akbar Kurnia saat ditanyai di Gedung Rektorat Unja

Akbar menyebut bahwa penyerahan kontribusi tahap kedua telah jatuh tempo. Seharusnya pengelola O-Parking memenuhi penyerahan kontribusi sesuai dengan yang tertuang dalam perjanjian.

"Kontribusi tahap kedua sebesar Rp900 juta, kita sudah surati tapi belum disetor juga," kata Akbar.

Menurut Akbar, pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat kepada pengelola O-Parking. Namun, surat peringatan itu sama sekali belum mendapat klarifikasi dari pengelola O-Parking.

"Masalahnya tidak tahu, coba ditanyakan langsung kepada pihak pengelola," ujarnya.

Akbar menyebut bahwa pihak Unja tetap berupaya melakukan penagihan uang kontribusi kepada pihak pengelola. Proses penagihan yang dijalankan untuk sementara ini masih bersifat persuasif.

"Kalau ngak juga, nanti akan kita bahas bersama melalui musyawarah. Jika upaya ini tidak berhasil juga, tentu bisa kita langkah upaya hukum. Itu namanya sudah wanprestasi," kata Akbar.

Selain bermasalah dengan Unja, PT. LAB turut berpolemik dengan Pemkab Muaro Jambi. Masalahnya, PT. LAB tidak kunjung menyetor kewajiban berupa pajak daerah. Pajak daerah ini diatur dalam Perda Kabupaten Muaro Jambi No 18 Tahun 2016.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments